

inNalar.com – Harapan warga Kalimantan Utara yang berada di perbatasan Indonesia dengan Malaysia untuk memiliki bandara sepertinya sulit terwujud.
Hal ini diperjelas dengan pemutusan untuk membatalkan pembangunan bandara di Pulau Sebatik, Nunukan.
Padahal, bandara ini sudah diperjuangkan sejak tahun 2016 dan diharapkan menjadi bandara yang dipakai oleh masyarakat perbatasan di Kalimantan Utara.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, pembangunan bandara Pulau Sebatik ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.
Diketahui, alokasi dana yang didapatkan sebesar 1,3 triliun Rupiah untuk membangun bandara di perbatasan ini.
Selain menjadi tempat penerbangan domestik, bandara ini rencananya juga akan difungsikan menjadi pangkalan TNI AU.
Hal ini dilakukan karena wilayahnya yang sangat dekat dengan negeri tetangga nusantara, yakni Malaysia.
Setelah studi kelayakan, direncanakan Bandara Sebatik akan memiliki landasan pacu dengan panjang mencapai 1.800 meter.
Meski begitu, pemilihan lokasi yang dikaji masih belum mendapatkan hasil yang tetap, sebagaimana calon pembangunan awalnya direncanakan di Desa Balansiku, Sebatik.
Namun, harapan ini pupus setelah keluarnya keputusan Presiden untuk memangkas 14 Proyek Strategis Nasional, di mana salah satunya pembangunan Bandara Sebatik.
Kekecewaan ini ditambah dengan adanya penjelasan faktor lokasi yang tidak memungkinkan untuk membangun bandara.
Lokasi pembangunan Bandara Sebatik dinilai terlalu dekat jaraknya karena hanya berkisar 50 km dari Bandara Nunukan.
Pemerintah daerah pun ingin melanjutkan pembangunan menggunakan APBD Kaltara, namun biaya yang diperlukan terlalu besar.
Meski begitu, pemerintah setempat tetap bersiaga untuk mempersiapkan diri bila pembangunan berhasil dilanjutkan.
Besar harapan Kalimantan Utara untuk mengembangkan infrastruktur mereka agar mendapatkan kemudahan untuk mengembangkan perekonomian daerah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi