Ditambang Sejak 1898, Tambang di Sumatera Barat Ini Disulap Jadi Tempat Pendidikan, Pertama di Indonesia?

inNalar.com – Terdapat satu tambang di Sumatera Barat, yang diclaim menjadi tambang batu bara pertama di Indonesia.

Bagaimana tidak jadi yang pertama, tambang batu bara di Sumatera Barat ini saja sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.

Meskipun saat melihat sejarahnya, tambang batu bara di Sumatera Barat ini menyimpan sejarah kelam karena terjadinya kerja paksa oleh kolonial Belanda.

Baca Juga: Hanya 1 Kilometer dari Kota Parepare, Villa Pribadi Disulap Menjadi Tempat Wisata Umum di Sulawesi Selatan

Akan tetapi, tambang batu bara di Sumatera tersebut kini justru telah jadi tempat pariwisata.

Selain menjadi pariwisata, lubang bekas tambang batu bara di Sumatera Barat itu juga dikatakan menjadi tempat pendidikan.

Dilansir dari bdtbt.esdm.go.id, tambang batu bara tersebut nantinya juga akan disediakan fasilitas praktik kegiatan penambangan.

Baca Juga: Dibangun Seharga Rp 771 Miliar, Bendungan di Sulawesi Selatan Ini Sediakan Pasokan Air untuk Lumbung Pangan?

Dengan praktek penambangan yang sesungguhnya, maka tempat bekas tambang batu bara ini bisa jadi tempat pendidikan juga.

Adapun tempat tambang batu bara yang dimaksud adalah Lubang Mbah Suro, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Saat berkunjung ke bekas tambang batu bara di Sumatera Barat, para pengunjung masih dapat melihat bekas peninggalan-peninggalan tambang yang dilakukan dahulu semasa jaman penjajahan Belanda.

Baca Juga: Disebut Sebagai Pulau Sapi, Desa Unik di Kalimantan Utara Ini Tidak Dihuni Banyak Sapi, tapi…

Adapun sisa peninggalan tersebut yaitu seperti bangunan gudang ransoem, Sirine peringatan bahaya, Lobang Tambang Mbah Soero, serta lokomotif Mak Itam.

Sekedar informasi, eksploitasi yang dilakukan oleh kolonial Belanda di tambang batu bara di Sumatera Barat tersebut berlangsung selama 30 tahun.

Eksploitasi yang terjadi di tambang batu bara Sumatera Barat ini terjadi pada tahun 1898 sampai 1932.

Diberi nama sebagai Lubang Mbah Suro, hal tersebut karena dulunya lubang tambang yang dimaksud memiliki mandor dengan nama Mbah Suro.

Berdasarkan data dari indonesia.go.id, terdapat beberapa cerita mengenai mandor Mbah Suro.

Diceritakan jika sosok mbah Suro merupakan seorang pekerja keras, tegas, taat beragama dan disegani orang-orang, dengan alasan dipercaya memiliki ilmu kebal.

Sedangkan pada cerita lain, dikisahkan jika mbah Suro adalah mandor yang kejam, bahkan sering menyiksa anak buahnya dengan cambuk.

Terlepas dari mana kebenarannya, nama dari mbah Suro sendiri merupakan orang yang memiliki pengaruh dalam kegiatan pertambangan di tambang batu bara, karena itulah namanya diabadikan pada tambang tersebut.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]