Dana Investasinya Rp2.056 Triliun! Kalimantan Utara Bakal Miliki Kawasan Industri Hijau Terbesar di Indonesia?

inNalar.com – Beberapa tahun ini Indonesia terus meningkatkan dan menambah sarana dan prasarana untuk mendorong kualitas industri dalam negeri.

Tak hanya mementingkan industri itu sendiri melainkan juga kawasan industri yang ramah lingkungan dan tidak merusak.

Hal tersebut dibuktikan dengan direncanakannya mega proyek yang terletak di Kalimantan Utara.

Baca Juga: Dapat Alokasi Dana 1,3 Triliun, Bandara di Kalimantan Utara Ini Malah Batal Dibangun, Ada Masalah Apa?

Mega proyek tersebut adalah proyek Kawasan Industri Hijau Indonesia yang nantinya terletak di Kalimantan Utara.

Tepatnya, proyek Kawasan Industri Hijau Indonesia atau KIHI akan dibangun di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Lokasi mega proyek ini bahkan tidak jauh dengan Ibukota Nusantara yakni hanya berjarak 185 km.

Baca Juga: Dijuluki Kota Pisang, Daerah Ini Malah Bikin Jawa Timur Jadi Penghasil Ekspor Udang Terbesar di Indonesia

Kawasan Industri Hijau Indonesia ini nantinya akan menggunakan sumber energi hijau sebagai sumber utama energi.

Sumber energi hijau tersebut bersumber dari PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang nantinya akan dibangun di KIHI.

Rencananya, Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang akan dibangun di kawasan ini berkapasitas 10 Giga Watt.

Baca Juga: Anggaran Revitalisasi Rp30 M Lebih, Terminal Bus Surabaya Jawa Timur ini Bakal Disulap Jadi Sekelas Bandara!

Kawasan Industri Hijau Indonesia ini merupakan mega proyek yang menjadi Proyek Strategis Nasional.

Pemerintah sangat serius dalam menangani proyek ini dan bahkan dana investasi untuk membangun mega proyek ini tidak main-main.

Dana investasi yang akan digunakan untuk membangun proyek ini mencapai US$ 132 Miliar atau Rp2.056 Triliun.

Adapun beberapa proyek yang akan dibangun di kawasan ini diantaranya pabrik petrokimia, smelter Alumina, pabrik besi dan baja, pabrik baterai kendaraan listrik, dan industrial and polycristalline silicon.

Selain itu, di kawasan ini juga nantinya akan dibangun PLTA atau pembangkit listrik tenaga air yang memiliki kapasitas 10 Giga Watt.

Dalam waktu dekat, investasi yang akan terealisasi adalah pabrik petrokimia yang akan dilakukan groundbreaking pada 21 Desember.***

 

Rekomendasi