

inNalar.com – Menelan anggran dana hingga ratusan miliar stadion di Sulawesi Selatan ini tak kunjung selesai hingga terbengkalai.
Stadion ini memiliki nama Stadion Barombong yang berada di Sulawesi Selatan, pembangunan dilakukan sejak tahun 2011.
Tetapi proyek pembangunan Stadion Barombong sejak tahun 2018 tidak dilanjutkan kembali hingga bangunan tersebut mangkrak.
Biaya proyek pembangunan Stadion Barombong tersebut sudah menelan anggaran hingga ratusan miliar yaitu mencapai Rp 240 miliar.
Anggaran tersebut sangatlah fantastis dan proyek pembangunan yang tidak ada kelanjutannya.
Alasan mangkraknya pembangunan pembangunan Stadion Barombong mangkrak selama 12 tahun yaitu belum menemukannya kesepakatan surat terima.
Baca Juga: Gandeng Investor Kanada, Kalimantan Utara Akan Bangun Bandara Konsep Hijau dengan Dana 3 Triliun
Diketahui lahan tersebut sekarang sudah dijadikan sebagai lahan hibah, penyerahan lahan dilakukan pada tahun 2019.
Tetapi belum adanya serah terima atau BAST, lahan yang digunakan sebagai proyek pembangunan Stadion Barombong memiliki luas hingga 3,35 hektar.
Lahan bentuk hibah tersebut dikhawatirkan akan menjadi semua sehingga pemberian lahan harus dalam bentuk fasum-fasos.
Dilansir dari sumber terpercaya proyek pembangunan Stadion Barombong yang berada di Sulawesi Selatan tersebut hanya membutuhkan anggaran Rp 100 miliar.
Bahaya tersebut sudah terbilang cukup untuk menyelesaikan proyek pembangunan Stadion Barombong di Sulawesi Selatan yang mangkrak sehingga tidak dapat difungsikan.
Proyek pembangunan Stadion Barombong yang terhenti disebabkan lantaran adanya permasalahan hak yang belum diberikan oleh sebuah perusahaan swasta.
Yaitu GMTD kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga pembangunan tersebut tidak ada kelanjutan hingga sekarang.
Proyek pembangunan yang mangkrak dan tidak ada kelanjutan tentunya akan sia-sia karena pengeluaran dana yang fantastis.
Permasalahan lahan yang digunakan untuk proyek pembangunan Stadion Barombong di Sulawesi selatan tersebut membuat dampak pada kelanjutan dari pembangunan tersebut.***