

inNalar.com – Rencana proyek jalan tol Ngaroban atau Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan di Jawa Timur merupakan salah satu proyek highlight pemerintah.
Proyek highlight di Jawa Timur ini diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional Kilang Minyak di Tuban.
Selain itu, proyek jalan tol Ngaroban di Jawa Timur juga diharapkan dapat mendukung operasional KEK JIIPE yang mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Kabar keberlanjutan mengenai proyek jalan tol Ngaroban di Jawa Timur ini statusnya masih menunggu hingga pengadaan lahan dilakukan nantinya.
Menurut informasi yang dilansir dari bojonegoro.go.id, proyek Tol Ngaroban di Jawa Timur direncanakan bakal dibangun mulai akhir tahun 2023.
Namun pembangunan jalan berbayar di Jawa Timur ini juga akan dilaksanakan setelah seluruh tahapan selesai dan tidak terkendala apapun.
Lalu, adapula menurut PPP 2022 yang dilansir oleh Bappenas, pelaksanaan tahapan proyek Tol Ngaroban di Jawa Timur bakal dimulai pada tahun 2025.
Mengenai pengadaan lahan dari proyek Tol Ngaroban di Jawa Timur sendiri akan dilakukan hingga tahun 2024 nantinya.
Dilansir dari sumber yang masih sama pula, Jalan Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan di Jawa Timur ternyata akan memiliki panjang sekitar 116,78 km.
Baca Juga: Dibangun 60 Tahun Lalu, Perusahaan Perkakas di Surabaya, Jawa Timur Ini Kian Gerogoti Pasar Global
Nah ternyata infrastuktur yang menjadi proyek highlight di Jawa Timur ini akan melewati sebanyak 69 desa dan sekitar 16 kecamatan di Bojonegoro.
Artinya 69 desa dan 16 kecamatan di Bojonegoro Jawa Timur tersebut harus segera dilakukan pengadaan lahan oleh Pemerintah.
16 Kecamatan di daerah Bojonegoro Jawa Timur tersebut diantaranya adalah, Margomulyo, Tambakrejo, Padangan, Ngraho.
Kemudian ada pula Kecamatan Purwosari, Ngasem, Dander, Bojonegoro, Kapas, Gayam, Sukosewu, Balen, Baureno, Kepohbaru, dan Sumberrejo.
Pembangunan Jalan Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan di Jawa Timur ternyata diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp23,7 Triliun.
Jalan Tol sepanjang 116,78 km di Jawa Timur ini, nantinya akan menghubungkan Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono yang sudah beropasi terlebih dahulu.
Yang kemudian, terhubung dengan jalan tol ruas Demak-Pati-Babat dan Babat-Manyar, yang kemudian nantinya jalan tol ini juga terhubung dengan jalan tol eksisting ruas Surabaya-Gresik.
Sehingga, Jalan Tol Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan di Jawa Timur keberadaannya dapat berfungsi sebagai jaringan jalan tol penghubung lintas tengah dan utara.***