

inNalar.com – Di Kalimantan Utara terdapat berbagai macam kesenian dan adat istiadat yang masih sangat melekat pada masyarakatnya.
Hal tersebut dapat di buktikan dengan diadakannya perayaan atau festival budaya yang ada di Kabupaten Bulungan.
Festival budaya tersebut bernama Perayaan Birau yang wajib terselenggara setahun sekali di Kabupaten Bulungan.
Pelaksanaan perayaan Birau ditetapkan setiap tanggal 12 Oktober di Kabupaten Bulungan melalui Perda Tk II Bulungan Nomor 02 Tahun 1991.
Kemudian, perayaan Birau disahkan lagi dalam SK Gubernur Kepala Daerah (KDH) Tk I Kaltim No 003.3-IV.2-144.
Mengapa Kaltim? Sebagai informasi, Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi termuda di Pulau Kalimantan.
Seluruh wilayah di Kalimantan Utara dulunya merupakan bagian dari Kalimantan Timur.
Kembali lagi mengenai perayaan Birau, perayaan ini merupakan suatu tradisi pesta adat yang diselenggarakan oleh para Sultan Bulungan secara turun-temurun.
Pada zaman kerajaan, Birau dilaksanakan pada perkawinan putera-puteri sultan, khatam Al Qur’an, sunatan putera sultan, naik ayun dan injak tanah putera-puteri sultan, dan penobatan sultan.
Perayaan Birau sendiri telah dilaksanakan secara intensif pada masa Ali Kahar pada tahun 1875.
Selain itu, perayaan ini pernah diselenggarakan paling meriah selama 40 hari 40 malam pada tahun 1946.
Namun, sejak Sultan Maulana Djalaluddin meninggal dunia pada tahun 1958, tidak ada lagi ditemukan catatan penyelenggaraan Perayaan Birau di Bulungan.
Perayaan Birau kembali diselenggarakan pada tahun 1991 setelah H Jusuf Dali terpilih sebagai Bupati. H Jusuf Dali menetapkan penyelenggaraan perayaan Birau dilakukan setiap dua tahun sekali.
Kemudian, pada masa kepemimpinan Bupati RA Bessing, perayaan Birau dilaksanakan setiap tahun guna mengembangkan produk wisata di Kabupaten Bulungan.
Kini, setiap tahunnya tanggal 12 Oktober perayaan Birau terselenggara bersamaan dengan peringatan HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan yang menampilkan berbagai atraksi adat dan seni budaya daerah, tari kreasi, juga hiburan modern dan kegiatan pameran pembangunan, serta pasar malam.***