

inNalar.com – Fungsi utama dari adanya jembatan adalah untuk menjadi jalur penghubung antar daerah.
Begitu pula dengan jembatan yang berada di Kalimantan Selatan.
Karena jembatan tersebut dapat menghubungkan Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Tentu dengan adanya jembatan tersebut akses mobilitas di kedua provinsi itu akan semakin berkembang.
Ditambah lagi dengan adanya jembatan yang menghubungkan kedua provinsi tersebut, jalur penghubung itu juga mampu mengurangi tingkat kemacetan yang ada disana.
Diketahui jembatan yang berada di Kalimantan Selatan memiliki panjang 850 meter, dengan lebar 20 meter.
Menariknya, Jembatan ini merupakan jalur penghubung jenis cable stayed, yang menggunakan teknologi tinggi.
Karena pembangunan jembatannya saja menghabiskan anggaran sebesar Rp. 278 miliar.
Dilansir Innalar.com dari presidenri.go.id, sistem jembatan teknologi tinggi ini mampu menahan gempa, dan diperkirakan mampu bertahan selama 100 tahun.
Baca Juga: Habiskan Rp 39 Miliar, Jembatan Megah di Jawa Timur ini Sukses Pikat Warga Surabaya, Karena…
Adapun jalur penghubung yang dimaksud adalah Jembatan Sei Alalak.
Jembatan Sei Alalak sendiri berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, jembatan ini mampu menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala, yang menuju Kalimantan Tengah.
Karena menjadi jalur penghubung pada banyak lokasi, maka jembatan ini mampu mengurangi kemacetan yang terjadi diantara jalur Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Tengah.
Karena pada kawasan tersebut terkenal macet, apalagi saat Jalan Lingkar Utara terkena banjir hingga rusak parah.
Sekedar informasi, dibangunnya Jembatan Sei Alalak ini juga berfungsi sebagai pengganti jembatan Kayu Tangi.
Karena jembatan Kayu Tangi sudah berusia 30 tahun , dan jalur penghubung tersebut juga menjadi jalur utama menuju berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Tentu dengan adanya Jembatan Sei Alalak maka mampu mengurangi kemacetan yang terjadi pada jalur-jalur sebelumnya yang jadi jalan utama.