Ada Ruang Tersembunyi, Tempat Hiburan Elit Belanda di Surabaya Dirombak Jadi Alun-alun Termegah di Jawa Timur

inNalar.com – Rasanya belum lengkap apabila berkunjung ke sebuah daerah jika belum mengintip kemegahan Alun-alun kotanya, terutama area yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Alun-alun di Suraya ini terbilang memiliki desain kawasan paling modern di Jawa Timur.

Namun, suasana Alun-alun Surabaya Jawa Timur ini tetap membawa pengunjung seolah merenungi sejarah masa kolonial Belanda dan masa perjuangan para pemuda dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Wisata Malam Terbesar di Malang Jawa Timur: Pengunjung Bak Menyusuri Kota Venesia Berhiaskan Jutaan Lampu!

Polemik Penamaan Alun-alun Surabaya

Diketahui bahwa para pegiat sejarah mengusulkan Alun-alun Surabaya ini diganti namanya menjadi Balai Pemuda.

Pasalnya berdasarkan ikatan kesejarahannya, Alun-alun Surabaya justru lebih erat dengan daerah yang berada di dekat Tugu Pahlawan, yakni kawasan Tembakan.

Terlepas dari bagaimana penamaan Alun-alun Surabaya yang menuai polemik di kalangan para pegiat sajarah ini, lokasi ini nampak tetap menjadi salah satu kawasan paling digemari oleh banyak kalangan, terutama para pemuda.

Baca Juga: Pecah Rekor? Jawa Barat Punya Wilayah dengan Tetangga Terbanyak di Indonesia, Diapit 11 Kabupaten dan Kota

Kemegahan Alun-alun Surabaya pada Zaman Kolonial Belanda

Ternyata kemegahan bangunan ala kolonial yang berada di dalam kawasan Alun-alun Surabaya ini masih terlihat mirip dengan desain bangunan aslinya di Zaman Belanda.

Dilansir dari laman resmi Kota Surabaya, sebelum menjadi gedung Balai Pemuda, rupanya bangunan tersebut dinamakan ‘de Simpangsche Societiet’ yang diambil dari bahasa Belanda.

Penamaan ini mengacu pada suatu perkumpulan sosial atau klub dimana dahulu para elit Belanda berkumpul untuk melakukan berbagai aktivitas hiburan.

Baca Juga: 68 KM dari Makassar, Pabrik Semen Terbesar di Sulawesi Selatan Ini Dulunya Tambang Tanah Liat dan Batu Kapur

Namun, seiring berjalannya waktu dan dinamika sosial yang kian berkembang, gedung ini fungsinya mulai menjadi tempat perkumpulan kaum Belanda yang berpaham rasialis.

Oleh karena itu, setelahnya tumbuh sebuah perkumpulan yang disebut dengan Vaderlandsche Club atau yang artinya adalah Klub Kebangsaan.

Keunikan Alun-alun Surabaya di Masa Modern

Selain mengandung nilai sejarah, ternyata Alun-alun Surabaya cukup berbeda dari tempat ikonik lainnya di Jawa Timur, bahkan di wilayah lainnya di Indonesia.

Pasalnya, Alun-alun ini memiliki ruang bawah tanah yang seolah tersembunyi di bawah kemegahan Kota Surabaya.

Meski posisinya yang seolah tersembunyi ini, apabila pengunjung mencoba untuk memasuki area bawah tanah melalui area ekskalator yang tersedia di halaman depan gedungnya, ruang ini kerap disambangi oleh para pemuda.

Pada area bawah tanah tersebut, terdapat pameran seni dan terlihat beberapa potret sejarah Kota Surabaya yang sangat menarik untuk dikulik lebih dalam.***

Rekomendasi