

inNalar.com – Melihat proyek pembangunan jalan di Kalimantan Utara diperbanyak, pemerintah setempat rupanya berniat membuat jalan penghubung tanpa hambatan.
Pembangunan ini akan menjadi proyek jalan tol pertama di Kalimantan Utara di mana melibatkan beberapa daerah.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah mengalokasikan anggaran sebesar 137,9 miliar rupiah untuk proyek pembangunan jalan tol ini.
Baca Juga: Berdiri Sejak 1878! Stasiun Ini Jadi yang Tertua di Jawa Timur, Apakah Masih Beroperasi?
Menggunakan APBD tahun 2020, pembangunan jalan tol dinilai sebagai bentuk sarana pendukung menuju Kawasan Industri Pelabuhan Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning.
Ruas jalan tersebut akan menjadi jalan bebas hambatan atau tol pertama di Kalimantan Utara, menghubungkan Tanjung Selor dengan Tanah Kuning.
Selain itu, jalan tol pertama di Kalimantan Utara ini juga melibatkan desa-desa seperti Mangkupadi, Sajau, dan Binai.
Warga Kecamatan Tanjung Palas Timur dan Kabupaten Bulungan juga diharapkan dapat menikmati jalan yang nantinya beraspal ini.
Sebagai jalan tol pertama di Kalimantan Utara, ternyata infrastruktur ini merupakan ruas jalan dari dua daerah yang dapat memangkas jarak sepanjang 72,47 km.
Dengan adanya ruas jalan baru Tanjung Selor menuju Tanah Kuning, dari total 70 km akan dipangkas menjadi 32,62 km.
Total anggaran yang diberikan untuk membangun tol pertama Kalimantan Utara ini pun diketahui sebesar 137,9 miliar rupiah.
Namun, ruas jalan tanpa hambatan pertama di Kalimantan Utara ini rupanya akan terbagi menjadi beberapa segmen.
Segmen pertama melibatkan Tanjung Selor-Sajau yang panjangnya 26 kilometer, telah selesai sebagian dengan panjang 13,6 kilometer.
Kemudian segmen Sajau-Binai yang ditargetkan dibuka sepanjang 13,8 kilometer, telah rampung 7,20 kilometer dari tahun 2015 hingga 2019.
Selanjutnya, segmen Tanah Kuning-Mangkupadi sepanjang 11,652 kilometer sudah dalam tahap pembentukan badan jalan.
Proyek ini juga melibatkan segmen Mangkupadi-Pindada sepanjang 4,616 kilometer di mana sudah terealisasi dengan panjang 1,2 kilometer.
Terdapat juga segmen Pindada-Kampung Baru-Karang Tigau sepanjang 9,8 kilometer yang sudah dibangun kurang lebih 5,2 kilometer.
Terakhir, segmen Sajau-Binau memakan anggaran sekitar Rp 87,5 miliar dan Rp 19,9 miliar untuk segmen Pindada-Kampung Baru-Karang Tigau.
Pemerintah setempat berharap bahwa ruas jalan tanpa hambatan atau tol ini akan memperlancar logistik antar daerah.
Selain itu, pembangunan ruas jalan ini dinilai akan menarik minat investor untuk berinvestasi di KIPI Tanah Kuning, Kalimantan Utara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi