

inNalar.com – Proyek pembangunan kilang minyak di Tuban Jawa Timur sedang gempar-gemparnya, karena banyak menuai kontroversi dari masyarakat.
Pasalnya, lahan yang digunakan untuk proyek kilang minyak di Tuban Jawa Timur ini merupakan kawasan menonton warga sekitar.
Luas dari lahan persewaan warga yang digunakan untuk proyek kilang minyak Tuban Jawa Timur ini sekitar 900 hektare.
Meskipun begitu, pihak masyarakat yang mengklaim proyek kilang minyak di Tuban Jawa Timur ini akhirnya setuju untuk menyerahkan hak tanahnya.
Namun, hak tanah di Tuban Jawa Timur ini pun tidak diberikan secara cuma-cuma oleh warga sekitar.
Sudah, para warga Desa Sumuegeneng, Tuban Jawa Timur akhirnya mendadak menjadi miliarder setelah menjual tanahnya ke PT Pertamina.
Ya, PT Pertamina Rosneft Pengelola dan Petrokimia atau PRPP merupakan perusahaan yang membeli tanah warga di Tuban Jawa Timur.
Menurut informasi yang dilansir dari laman web kemlu.go.id, PT Pertamina Rosneft Pengelola dan Petrokimia atau PRPP telah mengatur perjanjian kontrak.
Perjanjian kontrak tersebut dilakukan dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) pada tahun 2019 lalu di Moskow, Rusia.
Lebih lanjut, kilang minyak di Tuban Jawa Timur ini digadang-gadang menjadi salah satu kilang minyak tercanggih di dunia.
Yang mana perusahaan kilang minyak di Tuban Jawa Timur ini akan menjadi perusahaan yang sangat ramah lingkungan.
Kilang minyak yang dibangun di Tuban Jawa Timur ini akan dikelola oleh Pertamina dan Rosnef asal Rusia.
Dan menurut berbagai sumber berita, kabarnya kilang minyak di Tuban Jawa Timur ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2026.
Kemudian kilang minyak yang dibangun di lahan seluas 900 hektare di Tuban Jawa Timur ini diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi yang tidak sedikit.
Yakni jika dihitung per harinya, kilang minyak grass root refinery di Tuban Jawa Timur ini akan memiliki kapasitas produksi 300.000 per hari.***