Kalimantan Utara Bakal Bangun Proyek Jaringan Kereta Api yang Panjangnya 305 Km Tembus Malaysia, Hanya Wacana?

inNalar.com – Dalam rangka meningkatkan dan menambah infrastruktur transportasi, Kalimantan Utara berencana membangun jaringan Kereta Api.

Rencananya jaringan kereta api di Kalimantan Utara ini akan dibangun dari Kalimantan Barat.

Bahkan, jaringan kereta api ini nantinya juga akan dibangun di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Ajak Investor Belanda, Kalimantan Utara Berencana Bangun PLTU Canggih dengan Nilai Investasi Rp700 Miliar

Rencana pembangunan proyek jaringan kereta api di Kalimantan ini untuk mendukung ibu kota Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Di Kalimantan Utara ini nantinya akan dibangun jaringan kereta api dari daerah Tanjung Selor ke Tanjung Palas Timur.

Dari rentang wilayah tersebut, rencananya akan dibangun 5 stasiun kereta api di Kalimantan Utara.

Baca Juga: Dibangun Sejak 2010, Ternyata Proyek PLTU di Kalimantan Utara Ini Sempat Mangkrak, Apa Masalahnya?

Selain itu, pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara ini diproyeksikan menembus perbatasan negara.

Hal tersebut dikarenakan provinsi Kalimantan Utara sendiri wilayahnya berbatasan langsung dengan wilayah Sabah, Malaysia.

Abdul Jabarsyah selaku Rektor Universitas Kaltara mengungkapkan bahwa pembangunan jaringan kereta api hingga wilayah perbatasan ini dapat mendukung konektivitas derah yang terisolir.

Baca Juga: Berdiri Kokoh Sejak Tahun 1929! Masjid Tua di Kalimantan Utara Ini Bahan Bangunannya Diimpor dari Belanda

Namun, H.Andi Nasuha selaku Plt Kepala Dishub Kaltara menyampaikan bahwa pembangunan fisik jaringan kereta api di Kalimantan Utara ini dipastikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, dalam artian hanya wacana.

Rencana-rencana pembangunan proyek jaringan kereta api ini masih tersandung oleh anggaran dana yang cukup besar.

Andi sendiri memberi contoh pembangunan jaringan kereta api di Makasar yang membutuhkan dana hingga puluhan Triliun.

Maka dari itu, dilakukannya pembangunan proyek jaringan kereta api di Kalimantan Utara ini perencanaannya harus dilakukan secara matang.

Untuk masalah pembiayaan, tidak memungkinkan bila hanya mengandalkan sundikan dana dari APBN saja.

Proyek sebesar ini seharusnya melibatkan investor yang mana pemerintah harus mesiasati agar proyek ini memiliki nilai jual yang tinggi di mata investor.***

 

 

Rekomendasi