

inNalar.com – Pabrik gula di Situbondo Jawa Timur ini rupanya bukan sekadar tempat pengolahan gula biasa.
Saking uniknya, tempat penghasil si ‘manis’ andalannya Jawa Timur ini disebut sebagai pabrik gula terunik di dunia.
Ternyata, keunikannya memang cukup mengejutkan dan bikin warga Jawa Timur, khususnya Situbondo, merasa penasaran dengan pabrik gula yang satu ini.
Penamaan pabriknya sesuai dengan lokasi dimana bangunan ini berdiri, yaitu Pabrik Gula Olean.
Setidaknya ada beberapa keunikan yang ada di Pabrik Gula Situbondo Jawa Timur, di antaranya ialah sebagai berikut.
Pabrik Gula Olean sajikan suasana khas zaman Belanda
Pabrik ini ternyata sudah berdiri sejak 4 Agustus 1846. Dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Kelegendarisan pabrik gula ini membuatnya dijuluki sebagai pabrik gula tertua di Jawa Timur.
Pabrik ini diungkap oleh Van Slooten, seorang tokoh perwakilan dari organisasi Belanda, bahwa Pabrik Gula Olean merupakan pabrik gula dengan tenaga uap terindah di dunia.
Selain itu, menjadi pabrik gula terakhir di dunia yang masih mengoperasikan peralatannya yang antik di zaman kolonial Belanda tersebut.
Alasan yang mendasarinya adalah keberadaannya yang masih bertahan hingga kini, membuat pabrik ini seolah memindahkan dimensi pengunjungnya ke tahun 1846 saat masih berada di zaman Belanda.
Apalagi setiap sudut ruangan, bentuk desain bangunan, dan segala peralatan pengolah gula semuanya masih mempertahankan warisan zaman lampau.
Maka tidak heran, apabila pengunjung seperti memasuki dimensi masa lalu, karena seluruh komponen yang ada di Pabrik Gula Situbondo ini masih sangat autentik.
Pabrik yang merangkap jadi objek wisata
Pabrik bersejarah di Jawa Timur ini juga menyediakan fasilitas wisata bagi para pengunjung yang penasaran buat menelusuri jejak peninggalan Belanda yang masih digunakan hingga kini.
Mulai dari keliling kawasan pabrik gula yang dipenuhi dengan mesin-mesin tradisional warisan kolonial, hingga aktivitas wisata yang paling dicari oleh para pengunjung.
Yaitu, adanya armada lori tebu, yakni kereta uap yang dahulu digunakan untuk mengangkut tebu.
Siapa sangka, kereta antik ini masih beroperasi dan disediakan untuk wisata sejarah sekaligus membawa para pengunjung untuk menikmati hamparan alam sekitar pabrik yang penuh dengan kawasan hijau.
Dilansir dari laman PTPN XI, ternyata lokomotif uap yang ada di Pabrik Gula Olean biasanya digunakan oleh wisatawan Belanda yang ingin bernostalgia di kawasan pabrik ini.
Dahulu sebelum namanya menjadi Pabrik Gula Olean, nama pabrik ini dinamakan dengan Venoot Schap Phaiton Olean.
Berdiri megah dengan lahan tebu seluas 50 hektare, hingga akhirnya kini pengelolaannya berpindah kepada PTPN XI sejak tahun 1996.
Inilah keunikan sekaligus keindahan dari pabrik gula yang ada di Situbondo Jawa Timur.
Pabrik ini bisa jadi opsi objek wisata bersejarah bagi yang ingin menelusuri jejak kejayaan industri gula di Indonesia pada masa zaman Belanda.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi