Jadi Satu-satunya di Indonesia, Pulau di Kalimantan Utara Ini Ternyata Bisa Transaksi Pakai Dua Mata Uang

inNalar.com – Guna bertransaksi di Indonesia, masyarakat umumnya menggunakan rupiah sebagai mata uang resmi negara.

Namun, berbeda halnya dengan salah satu pulau di Kalimantan Utara yang menyandang status sebagai pulau terluar ini.

Pasalnya, penduduk di pulau Kalimantan Utara tersebut memakai dua mata uang, yaitu Rupiah dan Ringgit Malaysia.

Baca Juga: Kucurkan Rp 82,98 Miliar, Rusunawa dengan 6 Tower di Kalimantan Utara Ini Dibangun Selama 4 Tahun, Lokasinya…

Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, penggunaan dua mata uang tersebut terjadi di Pulau Sebatik.

Pulau Sebatik yang masih termasuk dalam kawasan Nunukan, Kalimantan Utara ini rupanya terbiasa untuk menggunakan Rupiah dan Ringgit Malaysia dalam transaksi sehari-hari.

Contoh keunikan ini dapat ditemui di beberapa rumah makan Pulau Sebatik yang menyediakan menu dengan mencantumkan dua mata uang.

Baca Juga: Bak Pindah ke Zaman Kolonial, Pabrik Gula di Situbondo Ini Disebut Terunik di Dunia oleh Tokoh Belanda!

Selain itu, terdapat juga kios-kios perbelanjaan yang menyediakan pembayaran menggunakan Rupiah ataupun Ringgit Malaysia.

Hal ini bisa terjadi karena Pulau Sebatik memang memiliki dua wilayah administratif, yaitu bagian dari Indonesia dan Malaysia.

Sebagian kebutuhan masyarakat Pulau Sebatik rupanya berasal dari produk Malaysia, sehingga peredaran Ringgit Malaysia tidak bisa dihindarkan.

Baca Juga: Ramai Bicara Soal WFH, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ajak Warga Terapkan PHBS Akibat Pencemaran Udara

Hal tersebut ditambah oleh banyaknya penduduk Tawau yang berkunjung dan bertransaksi ke wilayah Sebatik.

Sebagian besar penggunaan awal dua mata uang ini dipengaruhi oleh hasil bumi yang dipasarkan ke Tawau, Malaysia.

Kemudian, beberapa pengunjung dari Tawau rupanya menghadapi kesulitan untuk menukar mata uang Ringgit Malaysia menjadi Rupiah karena keterbatasan fasilitas money changer

Hal inilah yang menjadi faktor utama dalam mempengaruhi pemakaian dua mata uang di pulau terluar Kalimantan Utara ini.

Meski terbilang unik, kasus penggunaan dua mata uang di wilayah perbatasan Kalimantan Utara ini sepertinya menjadi tantangan bagi pemerintah.

Pulau Sebatik rupanya memiliki potensi yang cukup besar dalam bertransaksi dengan negara tetangga, sehingga pemerintah mengusulkan untuk bangga menggunakan Rupiah.

Dengan begitu, biaya ekspor Kalimantan Utara akan memiliki nilai tinggi untuk dijual ke Malaysia, sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia nantinya.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]