

inNalar.com – Meski sempat dianggap sebagai organisasi berbahaya, namun Amerika Serikat memutuskan untuk melakukan latihan militer bersama para teroris PKK/YPG.
Amerika Serikat terus memperkuat kekuatan militernya termasuk dengan menghalalkan berbagai cara.
Salah satunya ialah memutuskan untuk bekerja sama dengan kelompok teroris di Timur Tengah dalam hal ini organisasi PKK/YPG.
Setelah sempat mengutuk PKK/YPG, merupakan kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan, kini Amerika Serikat malah memutuskan bekerja sama dengan mereka.
Baca Juga: Simpan Kandungan Emas, Danau Cantik di Tulungagung Jawa Timur ini Bisa Bikin Airnya Jadi…
Kabar ini diketahui dari media Turki, Anadolu, yang menyebutkan bahwa tentara Amerika Serikat melakukan latihan bersenjata dengan PKK/YG.
Menurut sumber lokal, latihan militer antara Amerika Serikat dengan kelompok teroris PKK/YPG itu berlangsung di daerah Qamishli.
Qamishli yang terletak di Provinsi Al-Hasakah, yang merupakan salah satu wilayah terbesar di Suriah.
Amerika Serikat bahkan menyeriusi latihan militer tersebut dengan membawa peralatan perang yang begitu canggih.
Salah satunya dengan membawa kendaraan tempur lapis baja berjenis Bradley, yang merupakan buatan asli Amerika Serikat.
Sekadar informasi, Bradley sendiri kendaraan tempur yang dirancang untuk mengintai yang dilapisi pelindung lapis baja dari tembakan musuh.
Kendaraan tempur ini dikembangkan pada tahun 1970-an, dan diproduksi sebanyak ribuan unit, serta mampu menampung enam tentara yang siap di medan perang.
Serta senjata berat yang digunakan selama latihan militer tersebut, yang juga diikuti oleh puluhan anggota PKK/YPG.
Ini ternyata bukan pertama kalinya militer Negeri Paman Sam menggelar latihan bersama para teroris.
Menurut informasi tersebut, tentara Angkatan Darat Amerika Serikat memang kerap memberikan pelatihan militer kepada PKK/PYPG di pangkalan militer mereka.
Latihan militer tersebut biasanya digelar di wilayah yang terletak di wilayah Gunung Abdulaziz di Al Hasakah dan ladang minyak Al-Omar serta daerah Conoco.
Padahal sebagaimana diketahui, PKK sendiri sudah 35 tahun berkampanye melawan Turki.
Selain itu, PKK juga terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa (UE).
Organisasi ini diduga sebagai pelaku dari kematian lebih dari 40 ribu orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. Sedangkan YPG adalah cabang PKK di Suriah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi