Cuma Dibayar Rp 1.250, Aktivitas Pertambangan Belerang di Gunung Jawa Timur Ini Jadi Pekerjaan Berbahaya?

inNalar.com – Terdapat gunung berapi di Jawa Timur, dimana belerangnya dimanfaatkan untuk menjadi bahan tambang.

Indonesia sendiri memang kaya akan sumber alam yang melimpah, dimana belerang pada gunung berapi di Jawa Timur pun dapat dimanfaatkan.

Meskipun begitu, pekerjaan tambang belerang di gunung berapi Jawa Timur tersebut bukanlah suatu pekerjaan yang menyenangkan.

Baca Juga: Waduh! Sikap Agresif Tentara China Bikin Amerika Serikat, Jepang dan Australia Ikut Latihan Militer Gabungan

Adapun lokasi dari penambangan belerang di Jawa Timur tersebut dilakukan di Gunung Ijen.

Walaupun terletak di provinsi Jawa Timur, namun Gunung Ijen sendiri membentang hingga 2 kabupaten.

Lokasi tepat dari Gunung Ijen terletak di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi, dan Kecamatan Klobang Kabupaten Bondowoso.

Baca Juga: Kuasai Produksi Nasional, Ini 5 Daerah Penghasil Pisang Terbesar di Jawa Timur, No 1 Bukan Lumajang, Tapi…

Dengan memiliki ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut (MDPL), gunung ini tentu jadi tujuan para pendaki yang hendak menuju ke puncak gunung Ijen.

Selain dari menjadi wisata naik gunung, pada kawah di gunung Ijen juga dilakukan penambangan belerang.

Bahkan Penambangan belerang yang dilakukan pada kawah gunung Ijen di Jawa Timur tersebut masih menggunakan cara tradisional.

Baca Juga: Ancam UMKM Indonesia, Tiktok Tak Hanya Jadi Media Sosial Tapi Mulai Kuasai Pasar Global

Dilansir Innalar.com dari djkn.kemenkeu.go.id, pabrik pengolahan belerang kawa gunung sendiri berada di daerah kaki Gunung Ijen.

Diketahui jika potensi belerang yang dapat digali dari kawah gunung Ijen di Jawa Timur tersebut setiap bulannya mampu mencapai hingga 500 ton.

Adapun pengerjaan dari belerang di kawah gunung Ijen di Banyuwangi dan Bondowoso itu dilakukan oleh 100 orang per hari.

Selama melakukan penambangan, bagi orang-orang yang mengangkut belerang akan dihargai Rp. 1.250 per Kg.

Pemanfaatan dari belerang tersebut biasanya akan dijual ke pabrik gula Surabaya, yang nantinya akan digunakan menjadi bahan pemisah gula dari asam sulfurnya.

Sayangnya, karena penambangan belerang di kawah gunung Ijen dilakukan oleh tenaga manusia murni, maka terdapat ratusan penambang yang menempuh bahaya.

Bagaimana tidak berbahaya, para penambang tersebut bekerja tanpa perlindungan, dengan resiko menghirup asap beracun dari kawah, bahkan bisa saja hingga terjatuh ke dalam kawah yang masih aktif.

Ditambah lagi, air pada danau kawah gunung Ijen merupakan salah satu yang kawah danau paling asam di dunia.

Disebutkan menjadi yang paling asam, karena pH keasamannya bernilai nol (tidak terukur) hingga senilai 0,8. ***

Rekomendasi