Meski Jadi Pengekspor, Ternyata Thailand Gemar Impor Pinang Asal Jambi, Jenis Ini Jadi Produk Unggulan!


inNalar.com
– Thailand memegang predikat sebagai pengekspor pinang terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

Namun, permintaan Thailand terhadap pinang asal Indonesia tidak pernah surut terutama jenis pinang betara asal Jambi.

Thailand banyak menggunakan pinang sebagai bahan utama industri mereka seperti campuran kosmetik, farmasi, permen, maupun pewarna alami untuk kain dan kapas.

Baca Juga: Hubungkan Tiga Ruas Jalan Tol Sekaligus! Inilah Infrastruktur yang Berada di Pekanbaru, Riau

Dalam industri kesehatan, pinang bermanfaat untuk dijadikan bahan baku pembuatan obat seperti obat cacing, obat kumur, maupun disentri.  

Menurut data, lebih dari 60 persen ekspor pinang dunia berasal dari Indonesia.

Sedangkan Thailand menjadi negara utama pengimpor pinang Indonesia dengan kisaran nilai mencapai USD 357 juta.  

Baca Juga: Tak Salah, Desa Penglipuran Bali Jadi Salah Satu Desa Terbersih di Dunia: Punya Keunikan Daya Tarik yang Khas

Pada tahun 2021, pinang asal Jambi menguasai hingga 40 persen dari total ekspor pinang yang ada di Indonesia.

Menurut data BPS Kota Jambi di tahun 2021 , sebanyak 70 persen pinang asal Jambi diekspor ke Thailand dengan nilai sebesar USD 141 juta.

Pinang Betara menjadi komoditi unggulan dari pinang yang diekspor ke banyak negara tersebut.

Baca Juga: Dikembangkan Selama 11 Tahun! Kawah Gunung Berapi di Jawa Timur Ini Akan Digunakan Sebagai Pembangkit Listrik

Pinang jenis ini memiliki beberapa keunggulan seperti memiliki siklus pertumbuhan yang lebih cepat dengan masa produktif dimulai saat umur 6-7 tahun.

Kedua, Pinang Betara dapat berbuah lebat hingga mencapai 130-an butir per tandan dan sebanyak 5 sampai 6 tandan per tahun.

Kabar baiknya tidak hanya ke Thailand, Indonesia juga akan meningkatkan ekspor pinang ke Arab Saudi dengan dukungan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah dan Pemerintah Provinsi Jambi.

Kemendag juga mendukung meningkatkan ekspor besar-besaran pinang ke Arab Saudi.

Untuk menyiasati hal tersebut Kepala Pusat Kebijakan Ekspor Impor dan Pengamanan Perdagangan (Puska EIPP) Badan Kebijakan Perdagangan telah melakukan surve dan analisis terhadap ekspor komoditas pinang pada 7-11 Agustus 2023.

Surve tersebut dilakukan tidak hanya untuk meninjau secara langsung tapi juga untuk berdiskusi lebih jauh mengenai ekspor pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.***

 

Rekomendasi