

inNalar.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dari bidang perhubungan menandatangani (MoU) dengan pemerintah provinsi kalimantan utara untuk membangun infrastruktur transportasi di wilayah tersebut yaitu Green Airport
selain itu, KADIN mendatangkan langsung investor dari Kanada untuk melakukan studi Green Airport atau bisa disebut juga bandara ramah lingkungan.
Investasi yang direncanakan untuk bisa membangun Green Airport mencapai 200 juta dollar AS atau jika dalam rupiah sekitar 3 triliun.
Kalimantan utara dipilih karena dari hasil survei pihak KADIN menilai bahwa peran pelaku usaha dalam mengembangkan usaha pemerintahan Kalimantan Utara sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Digadang-gadang Tingkatkan Ekonomi, Bandara 350 Miliar di Jawa Tengah Ini Justru Sepi Penumpang
Canadian Commercial Corporation (CCC) adalah pihak investor yang berasal dari Kanada membantu dalam pembangunan Green Airport.
CCC juga menjelaskan bahwa studi ini an dilakukan dengan waktu yang sangat dekat, dan tidak dengan hanya pembangunan bandara saja tetapi memberikan teknologi kebandarudaraan yang ramah lingkungan.
Kalimantan timur juga sangat kaya akan sungai yang banyak, karena itu juga alasan pihak dari KADIN memilih wilayah itu untuk bisa membangun Green Airport.
Persetujuan pembangunan Green Airport itu adalah inisiatif inisiatif dari pihak KADIN.
Pihak dari KADIN tau bahwa dengan banyaknya sungai di wilayah itu Kalimantan Utara banyak menghasilkan ikan dan udang, dan itu semua adalah produk produk yang bisa di ekspor dan impor.
Hal itu juga menjadi alasan wakil ketua umum Denon Prawiraatmadja menjelaskan bahwa pembangunan airport harus mempunyai studi kelayakan yang tepat guna. Karena itu dibangunnya Green Airport.
“Mudah mudahan airport ini bisa menjadi salah satu infrastruktur di dalam mendukungnya ekspor marine product yang ada di Kalimantan utara,” ujarnya di youtube KADIN Transfortation Channel.
Menurut KADIN hal ini juga bisa mendukung perekonomian yang ada di Kalimantan Utara dan Green Airport juga diharapkan agar bisa meningkatkan ekspor perikanan yang ada di wilayah itu.
Selain itu, program utama dari ketua umum KADIN Arsjad Rasjid yaitu program Closed Loop.
Program yang didalamnya melibatkan petani petani dan pelaku usaha untuk meningkatan kualitas sdm yang ada di Kalimantan Utara melalui Green Airport.
Green Airport ini akan bisa meningkatkan perekonomian yang ada di Kalimantan Utara. ***
Baca Juga: Bandara Termahal dengan Pembangunan Tercepat di Indonesia: Yogyakarta International Airport!
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi