

inNalar.com – Gelombang El Nino dikabarkan BPBD Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan (Kalsel) akan terus meningkat di bulan Agustus hingga September nanti.
Dampaknya akan ada peningkatan karhutla dan kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia.
Karhutla yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah hingga tanggal 20 Agustus 2023 dikabarkan capai 22,28 Ha lahan dan dengan titik lokasi sebesar 256 titik.
Baca Juga: Penuh Pesona, Desa Adat Wae Rebo di Flores Jadi Rekomendasi Tempat Berlibur yang Legendaris
Dari pantauan inNalar.com lewat akun Instagram @bpdhst_ pukul 18.05 WIB didapati BPBD Hulu Sungai Tengah Kalsel menghimbau warga untuk lebih berhati-hati.
Hal ini karena Gelombang El Nino tahun ini akan sama seperti yang terjadi pada tahun 2019.
Untuk itu BPBD Hulu Sungai Tengah menghimbau warga ikut serta mencegah potensi kebakaran hutan sekaligus kekeringan dengan beberapa hal.
Pertama, lakukan pengecekan instalansi listrik secara mandiri. Hal ini akan meminimalisir terjadinya konsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.
Kemudian, pastikan untuk mematikan alat elektronik dan kompor sebelum berpergian.
Jauhkan benda yang mudah terbakar dari sumber api , agar asap dan api tidak meluas.
Baca Juga: Intip Eksotisme Blue Fire Kawah Indah di Jawa Timur, Terletak Antara Banyuwangi dan Bondowoso
Jangan membakar sampah sembarangan , lebih baik untuk membuang sampah pada tempatnya.
Menghemat penggunaan air bersih sesuai kebutuhan, agar dapat digunakan sesuai kebutuhan saat kekeringan melanda.
Mengecek kondisi pipa air rumah apabila terdapat kebocoran.
Lakukan kegiatan penghijauan dan penyiraman tanaman.
Sejauh ini Kecamatan Labuan Amas Selatan yang dilaporkan BPBD Hulu Sungai Tengah paling parah mengalami karhutla pada 21 Agustus 2023, dengan total sebanyak 11.03 Ha lahan terbakar dan 65 titik kejadian terdeteksi.
Sedangkan posisi kedua terjadi di Kecamatan Batang Alai Utara dengan luas lahan yang terbakar sebesar 4 Ha dan titik kejadian sebanyak 12 titik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi