Palembang Kota Tertua di Indonesia, Punya Al-Qur’an Raksasa hingga Banyak Fakta Menarik yang Perlu Diulik

inNalar.com – Pesona Palembang tidak hanya sebatas kulinernya yang unik atau jembatan ampera yang ikonik. Namun kota Palembang ini ternyata memiliki banyak sisi menarik yang mungkin tidak kita ketahui.

Palembang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Selatan, kota ini menduduki peringkat kedua kota terpadat di Sumatera, ke-9 di Indonesia dan terpadat ke 19 di Asia Tenggara.

Mayoritas penduduk Palembang merupakan etnis Palembang, Melayu, China, India dan Batak, dengan jumlah populasi 92,53% di antaranya beragama Islam.

Baca Juga: Kirim Foto Tak Lagi Buram? Ini 6 Fitur Terbaru WhatsApp Bantu Pengguna Nyaman Berkomunikasi, Buruan Update!

Palembang dijuluki sebagai salah satu kota tertua di Indonesia bahkan di Asia Tenggara . Hal ini karena Palembang pernah menjadi pusat kerajaan terbesar di Nusantara.

Kerajaan tersebut bernama Sriwijaya, sebuah kerajaan Buddha  yang sangat kuat. Kerajaan ini menguasai sebagian besar kepulauan Nusantara bagian barat serta menguasai banyak jalur perdagangan.

Palembang dijuluki sebagai kota tertua bukan tanpa bukti, sebuah prasasti bernama Kedukan Bukit telah ditemukan di Bukit Siguntang. Prasasti tersebut ditulis pada 682 M dengan menggunakan tulisan Palawa dan Bahasa Melayu Kuno.

Baca Juga: 4,5 Jam dari Manado, Ada Pulau Terindah di Sulawesi Utara yang Punya Sederet Keunikan Alam Tak Terduga!

Palembang juga memiliki Al-Qur’an raksasa karena ukurannya inilah Al-Qur’an tersebut diberi nama Al-Qur’an Al-Akbar. Al-Qur’an ini memiliki tinggi 177cm, lebar 140cm serta ketebalan kayu mencapai 2,5cm.

Al-Qur’an ini dibuat selama lebih dari 7 tahun, terhitung sejak 2002 sampai 2009, kabarnya sekitar 40 meter kubik kayu tembesu dihabiskan dalam proses pembuatannya.

Wajar saja jika Al-Qur’an Al-Akbar ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Al-Qur’an terberat dan terbesar di dunia.

Baca Juga: Cabe Merah Naik hingga Rp14.000 per Kg! Berikut Update Terbaru Harga Kebutuhan Pokok di Kota Jambi

Palembang memiliki tradisi bidar atau biduk lancar, seni dayung tradisional yang sudah ada sejak era Sriwijaya. Fakta menarikya, seni bidar ini pernah dipertunjukkan pada zaman kolonial, tepatnya pada perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina.

Kebanyakan masyarakat luar Palembang pasti tahu kalau makanan khas kota ini adalah pempek. Makanan ini terbuat dari tepung sagu dan ikan, disajikan bersama irisan timun, serta  disiram air cuko yang merupakan campuran air gula merah, cabe rawit, asam jawa, ebi dan bawang putih.

Palembang pernah didaulat sebagi ibukota terbersih se-ASEAN sebanyak dua kali. Sempat mendapat predikat kota terkotor di Indonesia, Palembang lalu menjadi kota terbersih dan mendapat piala Adipura selama tiga tahun berturut-turut.

Pada 2018 Palembang bersama Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah pagelaran olahraga se-Asia yaitu Asian Games ke 18.

Jika berkunjung ke Palembang jangan lupa untuk sekadar melihat-lihat jembatan Ampera yang berdiri gagah di atas sungai Musi. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dengan tinggi 63 m, panjang 1.117 m dan lebar 22 m.

Jembatan Ampera merupakan jembatan terpanjang dan tercanggih pada masa pembangunannya, karena pada waktu itu jembatan Ampera merupakan satu-satunya jembatan yang bisa diangkat ke atas saat ada kapal besar melintas.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]