

inNalar.com – Indonesia tentu menyimpan banyak sejarah. Salah satunya adalah rumah keluarga Tjong A Fie.
Perlu diperhatikan, rumah keluarga Tjong A Fie sendiri bukanlah bangunan biasa, karena rumah ini jadi saksi bisu dari masa kolonial Belanda.
Diketahu jika rumah ini berdiri sejak 1895, dan hingga kini masih kokoh hingga jadi cadar budaya di Sumatera Utara.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Kuliner Legend di Kota Bandung Jawa Barat yang Masih Eksis hingga Sekarang
Adapun rumah Tjong A Fie sendiri berada di Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara.
Menariknya, letak dari rumah Tjong A Fie ini berada di kota tua Medan, sehingga berjajar pula gedung-gedung tua yang diclaim berdiri dari tahun 1800-an.
Adapun yang membuat rumah Tjong A Fie terkenal hingga menjadi museum, itu karena sejarah dari sang pemilik rumah itu sendiri.
Baca Juga: Profile Member RIIZE Boy Grup Terbaru SM Entertainment yang Siap Gemparkan Industri Kpop
Dilansir Innalar.com dari djkn.kemenkeu.go.id, Nama Tjong A Fie merupakan seorang pengusaha, kapitan sekaligus banker sukses dari Tiongkok.
Semakin berkembang usahanya di bidang perkebunan, bahkan Tjong A Fie diclaim memiliki 10 ribu pekerja.
Luar biasanya, meskipun berasal dari China, Tjong A Fie justru dikenal sebagai seseorang yang dermawan dan cukup dekat dengan masyarakat pribumi kala itu di kota Medan.
Bagaimana tidak dermawan, Tjong A Fie sendiri memiliki peran penting dalam pembangunan tempat ibadah umat islam, yaitu Masjid Raya Al-Mashum serta Masjid Gang Bengkok.
Itulah salah satu sikap dermawan Tjong A Fie pada masa penjajahan kolonial Belanda.
Selain dari menghormati orang-orang pribumi terlepas dari agamanya, Tjong A Fie juga sering membantu orang tidak mampu di Medan.
Saat orang-orang berkunjung kemari, nantinya para pengunjung akan melihat isi rumah, yang diclaim 80% masih asli dari sang pemilik tahun 1895 tersebut.
Pada pintu utama rumah Tjong A Fie, terdapat semacam tulisan aksara kanji, yang menandakan kunonya bangunan ini.
Sedangkan Isi rumah di dalamnya terisi barang seperti meja, kursi, telepon, guci, piano dan masih banyak lagi.
Saat memasuki rumah sejarah yang jadi cagar alam budaya di Sumatera Utara ini, pada dinding terdapat pula foto Tjong A Fie bersama dengan keluarganya.
Ditambah ada juga dokumen-dokumen kuno yang menggambarkan cerita-cerita sejarah pada Kota Medan, Sumatera Utara.
Satu hal yang paling menarik dan jadi bukti kedermawanan rumah Tjong A Fie adalah surat wasiat yang ditinggalkan oleh dirinya.
Adapun surat wasiat tersebut memiliki 5 pesan di dalamnya, yang berisi permintaan agar keturunannya memberikan sedekah pada orang miskin tanpa melihat golongan bangsa, serta bersedekah pada seseorang yang sakit, dan bersedekah bagi orang-orang yang tidak mampu menghidupi dirinya sendiri.
Sayangnya, Tjong A Fie telah meninggal dunia pada tahun 1921.
Adapun pemakamannya dilakukan di kawasan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera utara.
Dengan cerita kisah yang luar biasa dan atas kedermawaannya akhirnya Rumah Tjong A Fie kini memiliki nama Museum Tjong A Fie.
Berubahan itu terjadi pada tahun 2015, dan telah ditetapkan jadi cagar budaya oleh Provinsi Sumatera Utara, dan telah menjadi objek wisata sejarah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi