

inNalar.com – Jumlah bandara di Indonesia ini tidak terhitung jumlahnya.
Tiap-tiap daerah di seluruh wilayah Indonesia memiliki bandara mereka masing-masing, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional.
Dari seluruh bandara yang ada di Indonesia, beberapa dari bandara-bandara itu dapat dikategorikan sebagai bandara tertua di Indonesia.
Salah satunya adalah Bandara Supadio yang berada di Kel. Rasau Jaya I (Satu), Kec. Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Bandara Supadio hanya berjarak 17 km dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Bandara ini memiliki luas sekitar 528 ha.
Bandara Supadio memiliki sejarah yang sangat panjang. Dikatakan bahwa bandara ini sudah dibangun sejak penjajahan Belanda di Indonesia.
Sejarah Bandara Supadio dimulai saat pemerintah Belanda yang ada di Indonesia melihat bahwa kondisi arus lalu lintas angkutan di sekitar daerah Sei./Sungai Durian sangatlah padat.
Oleh karena itu, pemerintah Belanda berpikir jika dibutuhkan metode transportasi lain untuk mengimbangi padatnya lalu lintas yang ada.
Pemerintah Belanda kemudian membuat kesepakatan dengan pihak Kerajaan Pontianak untuk membangun bandara di daerah Sei./Sungai Durian.
Setelah kesepakatan tersebut disetujui oleh kedua pihak, maka, pembangunan Bandara Supadio pun dimulai.
Diperkirakan pembangunan Bandara Supadio dilaksanakan pada tahun 1908.
Namun, belum sempat bandara selesai dibangun, Belanda mengalami kekalahan dari Jepang.
Baca Juga: Terima Rp 1 Miliar! Tiap Daerah Kelapa Sawit di Kalimantan Barat Akan Terima Bagi Hasil, Benarkah?
Pada akhirnya, pembangunan bandara di Sei./Sungai Durian oleh Belanda terhenti dan langsung diambil alih oleh Jepang.
Setelah proses pembangunan selesai, pihak Jepang melakukan uji coba landasan untuk pertama kalinya.
Namun, uji coba tersebut gagal dan pesawat Jepang yang digunakan meledak setelah menyenggol troli pasir yang ada di pinggir landasan.
Karena kejadian itu, bandara pun ditutup dan pemerintah Jepang membangun sebuah tugu/monumen untuk tentara jepang yang gugur dalam uji coba landasan tersebut.
Baca Juga: Gantikan LPG, Kilang Gas Cair Pertama Indonesia Ada di Kalimantan Utara: Investasinya Rp 2 Triliun
Pada tahun 1942, setelah Jepang mengalami kekalahan dari pihak Sekutu/NICA, Belanda kembali ke Indonesia.
Namun, karena tidak ada usaha untuk membangun kembali bandara di Sei./Sungai Durian, maka, pada tahun 1951 Warga Negara Indonesia memulai kembali pembangunan bandara ini yang kondisinya sudah sangat parah.
Setelah pembangunan selesai, bandara ini dijuluki sebagai Lapangan Terbang Sei./Sungai Durian atau Pangkalan Udara Sei./Sungai Durian.
Nama Pangkalan Udara Sei./Sungai Durian berganti menjadi Pangkalan TNI AU Supadio pada tahun 1969.
Setelah itu, sekitar tahun 1980-an, Pangkalan TNI AU Supadio berubah nama menjadi Bandara Supadio.
Bandara Supadio kemudian membuka rute internasional ada tahun 1989 yang menghubungkan antara Bandara Supadio dan Bandara Internasional Kuching.***