Hubungkan 9 Daerah, Potensi Kereta Cepat Pertama di Kalimantan Utara Dapat Lampu Hijau, Berapa Biayanya?

inNalar.com – Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia dengan berbagai potensi kekayaan alam.

Sempat masuk dalam daftar provinsi terkaya di Indonesia, pemerintah Kalimantan Utara rupanya terus berupaya untuk meningkatkan konektivitas antar daerahnya.

Salah satu contoh bentuk pemerintah dalam menyambungkan daerah di Kalimantan Utara adalah dengan membangun infrastruktur.

Baca Juga: Urutan Ke-75 Desa Wisata Terbaik se Indonesia! Begini Indahnya Towale, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah

Maka, untuk menyokong pertumbuhan penduduk yang melaju pesat, pemerintah pun berencana membangun kereta api cepat pertama di Kalimantan Utara.

Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, rencana pembangunan kereta api cepat di Kalimantan Utara sendiri didasari atas suksesnya pengoperasian KCIC. 

KCIC sebagai penghubung Jakarta-Bandung merupakan contoh infrastruktur modern yang diharapkan dapat memajukan tanah air.

Baca Juga: Berpotensi Jadi Taman Bumi, Kawasan Gunung Ini Punya 35 Gua Tersembunyi, Satu-satunya di Kalimantan Utara?

Meski letaknya di Pulau Jawa, namun besar kemungkinannya akan dibangun di daerah lain, terutama Kalimantan Utara.

Hal ini dipertegas dengan kehadiran kawasan industri hijau di Kalimantan Utara, sehingga proyek ini diharapkan dapat memberikan keuntungan pertumbuhan ekonomi. 

Pengembangan kereta cepat di Kalimantan Utara sendiri masih terbatas potensi dan rencana yang diharapkan dapat segera direalisasikan.

Baca Juga: Wajib Pakai Kendaraan Dinas Listrik, Pemprov Kalimantan Selatan Belum Siapkan Kebijakan Terkait. Mengapa?

Meski begitu, rencana pembangunan kereta api di provinsi penghasil migas ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2014 lalu.

Namun, pematangan proyek perkeretaapian di Pulau Borneo tersebut rupanya terus menerus terkena kendala, salah satunya karena anggaran.

Kalimantan Utara sendiri memiliki potensi pembangunan jalur kereta api yang dapat menghubungkan 9 daerah dengan panjang 75 km.

Selanjutnya, rencana pembuatan kereta api Kalimantan Utara lainnya juga meliputi rel sepanjang 305 km dengan jalur melintasi Kalimantan Timur.

Anggaran yang diperlukan untuk membangun kereta api di Pulau Borneo sendiri diduga melebihi 22,9 triliun Rupiah.

Untuk pembangunan kereta api di Kalimantan Timur sendiri telah menelan 53,3 triliun dengan berakhir pengunduran diri.

Sehingga sangat memungkinkan bila pembangunan kereta api cepat di Kalimantan Utara akan menghabiskan lebih dari itu. ***

Rekomendasi