

inNalar.com – Perkebunan teh di Indonesia tidak hanya menawan namun juga menjadi tempat wisata edukasi.
Pengunjung dapat merasakan langsung aktivitas sehari-hari para petani teh, belajar cara menanam teh, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Selain itu, beberapa kebun teh menyediakan akomodasi seperti penginapan atau villa agar para tamu dapat merasakan pengalaman menginap yang nyaman di tengah alam.
Baca Juga: Ternyata UNJA Bukan Universitas Terbaik di Jambi? Inilah Urutan 5 Kampus yang Paling Favorit
Indonesia tidak hanya terkenal dengan sumber daya alamnya yang melimpah, namun juga merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia.
Sebagai salah satu negara penghasil teh terbesar, Indonesia telah sukses mengekspor teh ke beberapa negara seperti Malaysia, Australia, dan Rusia.
Teh dapat ditanam di dataran tinggi yang suhunya sejuk dan kualitas tanahnya baik.
Baca Juga: Intip Kengerian F 15 EX, Jet Tempur Canggih yang Baru Diborong Indonesia dari Amerika Serikat
Salah satu perkebunan teh yang terkenal adalah Jawa Barat, tepatnya di kawasan Ciwidey.
Beberapa kebun teh Ciwidey adalah kebun teh Rancabali, Malabar, Sukawan dan Pangalangan.
Daerah lain yang terkenal dengan perkebunan teh di Jawa Barat adalah kawasan Puncak Bogor, destinasi wisata yang patut dikunjungi di kota hujan ini.
Dikutip dari laman bankbjb.co.id, ternyata ada kebun teh terbesar di Indonesia selain di Jawa Barat.
Kebun teh ini terletak di Jambi, bernama Perkebunan Teh Kayu Aro yang letaknya tepat di kaki Gunung Kerinci.
Perkebunan teh terbesar di Indonesia yang luasnya sekitar 2.500 hektar ini sering menjadi tujuan para pendaki saat mendaki Gunung Kerinci.
Tak hanya bagi para pendaki, kebun teh ini juga terbuka untuk dijadikan destinasi wisata bagi semua kalangan.
Banyak kemudahan dan aktivitas yang bisa dilakukan di kebun teh ini, seperti memetik langsung daun teh.
Kebun teh ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1925.
Hal ini menjadikan Kebun Teh Kayu Aro sebagai salah satu kebun teh tertua di Indonesia.
Dulunya lahan yang kini menjadi kebun teh merupakan lahan hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan kopi.
Produksi yang kurang memuaskan membuat pemerintah Belanda akhirnya mengganti kopi dengan teh dan membangun pabrik pengolahan teh.
Perkebunan Teh Kayu Aro yang luas dapat menghasilkan sekitar 5.500 ton teh hitam dan merupakan salah satu teh hitam terbaik di dunia.
Perkebunan Teh Kayu Aro berhasil meraih rekor pemetikan teh tertinggi di perkebunan tertinggi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi