Kopi Gayo Aceh Semakin Mendunia, Permintaan Ekspor Mencapai Puluhan Ribu Ton, Apa Rahasianya?

inNalar.com – Kopi Gayo Aceh merupakan tanaman kopi yang dibudidayakan oleh masyarakat suku Gayo di dataran tinggi bukit mecapai 1400-1500 mdpl (Meter Diatas Permukaan Laut).

Suku Gayo yang tinggal di dataran tinggi bukit barisan provinsi Aceh, tepatnya kabupaten Aceh Tengah, kabupaten Bener Meriah, kabupaten Gayo Lues dan kabupaten Aceh Tamiang.

Aceh dikenal sebagai salah satu sentral produksi kopi arabika terbesar di Indonesia bahkan sampai Asia dengan kualitas kopi yang baik di level dunia, termasuk Kopi Gayo.

Baca Juga: Rumah Pengasingan Bung Karno: Salah Satu Tempat di Bengkulu yang Jadi Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan NKRI

Kopi Gayo Aceh sudah banyak mengekspor ke beberapa mancanegara seperti Asia, Amerika, Eropa, dan Belanda.

Jumlah ekspor tiap kali berbeda sesuai dengan permintaan, ada yang 1 kontainer, 1,3 ton, dan kini permintaan ekspor dari Italia sebesar 60 ribu ton.

Yang menjadikan kopi Gayo Aceh semakin banyak diminati bahkan sampai mendunia, hal ini disebabkan dari kualitas dan cita rasa yang dimilikinya.

Baca Juga: Panjangnya 220 Km, Sungai di Lampung Ini Jadi Habitat Ikan Legendaris yang Miliki Berat Hingga 1 Ton

Kenikmatan kopi Gayo Aceh dimulai dari rasa yang kuat dan berkarakter. Rasa tidak pahit dan memiliki keasaman yang rendah serta ada sentuahn sedikit rasa manis.

Rasa yang dimiliki kopi Gayo Aceh disebabkan oleh ketinggian perkebunan dan cara budidaya yang beragam. Sehingga membuat rasa kopi Gayo Aceh tidak konsisten.

Ditambah lagi, kopi Gayo Aceh mempunyai sentuhan nutty (pedas) cenderung buttery (seimbang) dengan aroma rempah yang wangi.

Baca Juga: Luasnya 1.650 Ha, Bandara Kelas Internasional di Sumatera Utara Ini Dijual ke Pihak Asing Triliunan Rupiah?

Dari perbedaan cara membudidayakan kopi Gayo Aceh dapat menghasilkan berbagai varietas, seperti:

1. Aceh Gayo Atu Lintang
Kopi Aceh Gayo Atu Lintang merupakan kopi yang berasal dari Kalimantan Atu Lintang, kabupaten Aceh Tengah dengan ketinggian 1500 mdpl.

2. Kopi Aceh Gayo Anaerob Bener Meriah
Kopi ini tumbuh dengan ketinggian 1400 mdpl, berasal dari kabupaten Bener Meriah yang ditanam oleh etnik Gayo yang tinggal di dataran tinggi barisan.

3. Kopi Robusta Aceh Gayo
Varietas tanaman kopi Robusta Aceh Gayo tumbuh dengan mudah di desa Arul Kumer, kecamatan Silih Nara, kabupaten Aceh Tengah.

Selain jenis diatas, terdapat satu varietas menjadi unggulan nasional yang ditetapkan oleh Kementrian Pertanian yaitu kopi Arabika varietas Gayo 3 yang biasa dikenal dengan nama kopi Ateng Super.

Dijadikan sebagai varietas unggulan karena kopi varietas Arabika Gayo 3 ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya cepat berbuah, produktifits tinggi dan kualitas kopi yang sangat baik.

Dengan ditetapkannya varietas Arabika Gayo 3 sebagai unggulan nasional, menjadikan kopi Aceh Gayo memiliki tiga varietas unggulan karena beberapa tahun sebelumnya varietas kopi Arabika Gayo 1 dan Gayo 2 juga dilepas oleh Kementrian Pertanian sebagai varietas unggul nasional.***

 

 

 

 

Rekomendasi