

inNalar.com – Sebelum Banjarmasin menjadi pusat perdagangan Kalimantan Selatan, terdapat daerah yang diyakini lebih tua dan digunakan sebagai kawasan dagang di abad ke-15.
Kurangnya berita dan dokumentasi sistem kenegaraan di Kalimantan Selatan sebelum permulaan abad ke-17 menyebabkan tidak ada gambaran jelas bagaimana perdagangan pada masa itu.
Akan tetapi terdapat dua bahan yang dapat memberikan petunjuk mengenai perdagangan Kalimantan Selatan pada abad ke-15 yakni berasal dari Hikayat Banjar dan Kota Waringin.
Baca Juga: 6 Situs Bersejarah Berisi Peninggalan Kuno di Banten yang Wajib Dikunjungi Sebagai Wisata Sejarah
Kedua hikayat tersebut dapat memberikan penjelasan sedikit mengenai pemindahan bandar kerajaan dari pedalaman ke muara sungai dan mendekati laut yang sekarang biasa disebut sebagai wilayah Muara Bahan (Marabahan) oleh penguasa Kerajaan Daha bernama Pangeran Temenggung.
Dikutip inNalar.com dari Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah tahun 1977-1978 Kemendikbud RI tentang Sejarah Kalimantan Selatan didapati Kerajaan Daha ini mengalami kehancuran akibat perebutan kekuasaan.
Meskipun Banjarmasin juga menjadi tempat perdagangan, pada tahun 1895 masih dapat dijumpai pedagang-pedagang dari Marabahan melakukan pelayaran ke Surabaya, Singapura dan India untuk mengembangkan perdagangan mereka.
Perdagangan masa lampau di Marabahan tak jauh beda dengan kota Banjarmasin, dimana produk hasil hutan yang menjadi barang yang diperjualbelikan.
Produk hasil hutan yang dimaksud seperti rotan, kayu, madu, lilin, dan lada.
Kini Marabahan menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.
Pada mulanya didasari dari Undang-Undang Nomor 27 Tahun `1959 , Marabahan berstatus sebagai Kawedanan yang berada di bawah wewenang Kabupaten Banjar.
Daerah ini merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0,2 sampai 3 meter dari permukaan laut dan mudah untuk ditemui hutan galam di hampir semua kecamatan.
Letak Marabahan dari Kota Banjarmasin berjarak kurang lebih 60 KM.
Terdapat juga desa wisata bernama Marabahan Baru yang berada di kawasan sungai Barito di Pulau Curiak.
Para wisatawan bisa bertemu dengan hewan Bekantan jika beruntung.
Itulah pusat perdagangan di Kalimantan Selatan di zaman dulu sebelum Banjarmasin.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi