Habiskan 7 Tahun Masa Pembangunan, Jembatan Ikonik Sumatera Barat Ini Jajakan Keindahan dari Atas Sungai

InNalar.com – Jembatan Siti Nurbaya merupakan salah satu jembatan ikonik yang berada di Kota Padang, Sumatera Barat.

Sesuai dengan namanya, Jembatan Siti Nurbaya memiliki cerita legendanya yang berkaitan dengan kisah cinta Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih.

Jembatan Siti Nurbaya ini bertempat di Jl. Kp. Batu, Batang Arau, Kecamatan Padang.

Baca Juga: Butuh Biaya Rp556 Miliar, Proyek Bendungan Pertama di Kalimantan Timur Ini Airnya Bisa Diminum, Lokasinya…

Dikutip dari situs Sikamek Sumbar diketahui jembatan ini memakan 7 tahun dalam proses pembuatannya. Dimulai dari 1995 sampai 2002.

Pembuatan jembatan ikon Sumatera Barat ini dibangun ketika masa kepemimpinan Soeharto.

Jembatan Siti Nurbaya ini melintang di atas Sungai Batang Arau dan menghubungkan Kota Padang dengan Gunung Padang.

Baca Juga: Auto Jadi Sekolah Terbaik, 5 SMA di Kalimantan Barat Ini Masuk Top 1000 Berdasarkan Nilai UTBK 2022

Di pinggir-pinggir jalan sepanjang Jembatan Siti Nurbaya terdapat banyak penjual yang menjajakan dagangannya.

Kita akan dengan mudah mendapatkan dan mencicipi berbagai makanan khas Padang dan Minang di sini.

Jika kita melihat dari atas jembatan, akan nambak pemandangan kapal pesiar dan kapal nelayan yang bersandar di dermaga.

Baca Juga: Sempat Mati Beberapa Tahun, Mall Terbesar di Kalimantan Utara Ini Akhirnya Ramai Kembali, Begini Penyebabnya

Sedangkan di sisi lain terdapat perbukitan yang didiami permukiman penduduk, menambah daya tarik dari jembatan ini.

Tak jauh dari jembatannya, terdapat taman yang memiliki nama sama yaitu, Taman Siti Nurbaya.

Di taman ini banyak ditumbuhi pohon-pohon rindang serta bisa lebih lelusa melihat pemandangan kapal-kapal yang bersandar.

Untuk bisa menikmati pemandangan dari Jembatan Siti Nurbaya kamu hanya dikenai tarif parkir dengan rincian motor Rp 2.000, dan mobil Rp 5.000.

Jembatan ini tidak dibatasi oleh jam operasional alias bisa diakses 24 jam.

Jembatan dengan panjang 156 meter ini akan bertambah ramai ketika menjelang malam hari, dikarenakan pemandangan kerlip lampu akan mempercantik jembatan ini.

Lampu kabut air juga dipasang di jembatan Siti Nurbaya memberikan kesan kabut dan nampak seperti ilusi air jatuh ke Sungai.

Tak heran, pengunjung lebih tertarik untuk mengunjungi jembatan ini ketika malah hari.

Selain pemandangan jembatan alam dan lampu-lampu, jembatan Siti Nurbaya memiliki sisi legenda dan historis yang melekat.

Pada sisi kiri jalan, kita akan mendapati bunker sisa peninggalan pendudukan Jepang.

Mau dari sisi manapun, jembatan Siti Nurbaya tidak gagal dalam memanjakan mata pengunjungnya.***

Rekomendasi