

inNalar.com – Usai menyetujui Indonesia memborong jet tempur F-15 EX, kini Amerika lagi-lagi membuat China kesal setelah setuju memasok alutsista ke negara lain.
Amerika Serikat dan China hingga saat ini masih terus menganggap satu sama lain sebagai musuh terbesar terutama dalam dunia militer.
Baik Amerika dengan China sama-sama teguh dengan pendirian masing-masing termasuk dalam upaya mereka terhadap konflik Taiwan.
China sendiri mengklaim secara sepihak bahwa Taiwan masuk dalam kawasan milik pemerintah mereka.
Baca Juga: Makkah, Arab Saudi Diterpa Hujan Lebat Disertai Badai Petir, Berikut Kawasan yang Terkena Dampaknya!
Sedangkan Amerika Serikat memutuskan untuk mendukung Taiwan, termasuk bakal memberikan bantuan jika mendapatkan serangan dari China.
Dukungan yang diberikan Amerika untuk Taiwan pun kerap kali membuat China kebakaran jenggot.
Seperti yang baru-baru ini terjadi bahwa Amerika sepakat untuk memasok alutsista ke Taiwan.
Melansir dari Al Jazeera, pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui kemungkinan penjualan peralatan militer senilai 500 juta dollar AS (Rp7,6 triliun) ke Taiwan.
Baca Juga: Writers on Strike: Ribuan Penulis Hollywood Lakukan Mogok Kerja , Profesi Terancam AI?
Penjualan tersebut mencangkup sistem pencarian dan pelacakan inframerah, dukungan amunisi, dan peralatan untuk program jet tempur F-16.
Sebelumnya Amerika Serikat juga telah menyetujui penjualan 24 unit jet tempur F-15 EX yang diborong Indonesia dari Boeing.
Kini Amerika kembali bakal mendukung penjualan untuk program jet tempur F-16 kepada Taiwan.
Namun sebuah langkah ini kemungkinan akan memicu ketegangan dengan pihak China.
Baca Juga: Buat Gempar Dunia! Sedang Musim Panas Namun Arab Saudi Terkena Hujan Petir, Pertanda Apakah Ini?
Akan tetapi Amerika Serikat mengatakan bahwa dukungan ini tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan konfil tersebut.
Meski tentunya penjualan ini bakal menguatkan militer Taiwan di masa depan.
Sebelumnya Amerika juga telah menyetujui bantuan militer senilai 345 juta dollar AS (Rp5,2 triliun) untuk Taiwan.
Bantuan ini juga sebelumnya dilakukan Amerika untuk menyokong kekuatan militer Ukraina yang saat ini masih terus berperang melawan Rusia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi