

InNalar.com – Tempat yang satu ini berada di ketinggian 1000 mdpl yang terletak di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, berada di dataran yang tinggi tentunya tempat tersebut memiliki hawa yang sejuk.
Guna menghirup udara segar dan juga istirahat sejenak dari aktivitas destinasi wisata di Sulawesi Selatan ini cocok untuk dikunjungi.
Tempat wisata yang satu ini memiliki nama Malino,jika di Jawa Timur terdapat Malang maka Sulawesi Selatan punya Malino.
Tidak bisa dipungkiri banyak wisatawan yang berkunjung kesana untuk menghirup udara segar dan merasakan udara yang sejuk dan juga berkabut sehingga mampu memikat para wisatawan untuk kembali lagi.
Tidak heran jika banyak wisatawan yang mengunjungi Malino untuk mengisi waktu kosong atau sedang libur, apalagi bagi anak muda mengunjungi Malino merupakan sebuah bentuk rekreasi atau healing.
Bahkan juga dapat menghilangkan rasa stress sejenak, tidak hanya itu destinasi wisata Malino yang ada di Sulawesi Selatan ini juga memiliki destinasi yang lengkap.
Baca Juga: Makkah, Arab Saudi Diterpa Hujan Lebat Disertai Badai Petir, Berikut Kawasan yang Terkena Dampaknya!
Tidak hanya menyuguhkan wisata alam sana juga terdapat wisata buatan dan juga wisata budaya dan juga ragam kuliner dengan cita rasa yang lezat membuat wisatawan rela kembali lagi.
Kerajinan tangan yang bisa dijadikan sebuah cinderamata juga terdapat di destinasi Malino Sulawesi Selatan.
Perlu diketahui bahwa destinasi wisata Malino yang terletak di kabupaten Gowa ini sudah terkenal sejak zaman Hindia Belanda, sehingga tidak perlu diragukan lagi keindahan alam yang dimilikinya.
Diketahui bahwa Malino merupakan sebuah tempat peristirahatan oleh para petinggi Belanda dan juga para pedagang besar biasanya melakukan istirahat di Malino Kabupaten Gowa.
Selain adanya hal tersebut Malino yang Terletak di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan juga digunakan sebagai bukti dari jejak sebelum dilaksanakannya Deklarasi Denpasar.
Deklarasi Denpasar dilakukan pada tahun 1946 tepatnya pada tanggal 16 hingga 25 Juli yang dilakukan oleh Van Mook, bahan bangunan yang digunakan sebagai deklarasi tersebut bangunannya tetap terjaga.
Para wisatawan yang mengunjungi Malino yang berada di Kabupaten Gowa ini akan disuguhi dengan pemandangan pohon pinus yang indah dan eksotik.
Selain itu di sepanjang jalan terdapat Spathodea yang diketahui sudah ada sejak zaman belanda pada tahun 1930.
Akan tetapi masih terdapat kekurangan yaitu masih membutuhkan adanya support dari pemerintah agar perkampungan yang di Malino dapat meningkatkan perekonomiannya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi