Habiskan 2,6 Triliun! Bandara Terbesar ke-2 di Indonesia Malah Akan Diubah Jadi Bengkel Pesawat, Kenapa?

InNalar.com – Banyak pembangunan bandara di Indonesia, yang telah rampung pembangunannya hingga mulai dapat beroperasi.

Salah satunya adalah bandara di Jawa Barat, yang kemarin telah diresmikan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 24 Mei 2018.

Bahkan, bandar udara di Jawa Barat tersebut diklaim merupakan bandara terbesar ke-2 di Indonesia, dengan berstandar Internasional.

Baca Juga: Cuma 1 Jam dari Bandar Lampung, Pulau Cantik di Lampung Ini Sajikan Wisata ala Maldives dengan Kearifan Lokal

Sayangnya, meskipun jadi bandara terbesar ke-2 di Indonesia, diketahui jika bandar udara ini malah sepi penumpang.

Bagaimana tidak jadi terbesar, diketahui bandara terbesar ke-2 berstandari Internasional di Jawa Barat ini saja memiliki kapasitas hingga 29 juta penumpang tiap tahun.

Ditambah lagi, bandara ini dikatakan mampu mengoperasikan terminal kargo sebanyak 1,5 ton kargo di tahun 2020.

Baca Juga: Geser Shanghai Tower di China, Gedung di Malaysia Ini Jadi Gedung Tertinggi Nomor 2 di Dunia

Ironisnya, dikarenakan sepinya penumpang, bandar udara berstandar internasional di Jawa Barat ini malah akan dialih fungsikan jadi bengkel pesawat.

Padahal biaya yang diketahui dari pembangunan bandara ini sampai membutuhkan anggaran sebesar Rp. 2,6 triliun.

Dilansir InNalar.com dari kanal Youtube daftar populer, bandar udara yang sepi penumpang dan direncanakan akan jadi bengkel pesawat adalah bandara Kertajati.

Baca Juga: Hutan di Lampung Seluas 40 Ha Disulap Jadi Lahan Tambang Emas hingga Simpan Cadangan 669 Ribu Ton, Lokasinya..

Adapun bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang mengalami sepi penumpang itu berada di Majalengka, Jawa Barat.

Diketahui pada tahun 2019 terdapat 2 maskapai yang menghentikan penerbangannya di bandara Kertajati Jawa Barat.

Maskapai pesawat yang menghentikan penerbangannya dari bandara terbesar ke-2 di Indonesia yang berada di Jawa Barat itu adalah garuda Indonesia dan Citilink.

Perlu diperhatikan, jika peresmian bandara Kertajati ini saja dilakukan pada tahun 2018, berarti bandar udara ini sudah sepi penumpang saat baru beroperasi 1 tahun.

Sebab sepinya penumpang itulah pada tahun 2021, terdapat gagasan untuk mengubah bandara terbesar ke-2 di Indonesia ini jadi bengkel pesawat.

Adapun alasan dari sepinya penumpang di bandara Kertajati Jawa Barat ini karena lokasinya yang kurang strategis.

Meskipun pada tahun 2023, bandara Kertajati tengah dalam usahanya untuk membuat bandar udara terbesar ke-2 di Indonesia ini jadi ramai kembali. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]