

inNalar.com – Gedung pencakar langit bukanlah sesuatu yang sulit untuk ditemukan sekarang ini.
Hampir seluruh negara di dunia memiliki gedung pencakar langit mereka masing-masing.
Beberapa gedung bahkan dinobatkan sebagai gedung tertinggi di dunia.
Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Petani Indonesia Susah Maju dan Sejahtera, padahal Tanahnya Subur. Apa yang Salah?
Predikat gedung tertinggi di dunia masih dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Burj Khalifa memiliki tinggi mencapai 828 meter dengan total lantai sebanyak 163 lantai.
Sebelumnya, di posisi kedua gedung tertinggi di dunia ditempati oleh Shanghai Tower, China dengan tinggi 632 meter.
Namun, posisinya tergeser oleh gedung yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia ini.
Nama gedung ini adalah Gedung Merdeka 118. Gedung ini memiliki tinggi 678,9 meter.
Gedung ini memiliki 118 lantai yang berisi mulai dari kompleks perbelanjaan, apartemen, hingga hotel.
Baca Juga: Auto Jadi Sekolah Terbaik, 5 SMA di Kalimantan Barat Ini Masuk Top 1000 Berdasarkan Nilai UTBK 2022
Gedung Merdeka 118 dibangun pada tahun 2014 dengan menghabiskan dana RM 5 Miliar atau setara dengan Rp 17,2 Triliun.
Namun, pembangunan gedung ini sempat terhenti karena adanya covid-19 pada tahun 2020.
Baru setahun setelahnya, yaitu pada tahun 2021, pembangunan gedung ini dilanjutkan kembali.
Gedung ini sempat dikenal sebagai Menara Warisan Merdeka, KL 118, dan PNB 118.
Baru kemudian namanya ditetapkan sebagai Gedung Merdeka 118.
Selain menjadi gedung tertinggi, gedung ini ternyata juga menyimpan nilai bersejarah.
Gedung Merdeka 118 berdiri di atas zona bersejarah ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.
Gedung ini menghadap ke Stadion Merdeka yang merupakan tempat dimana mantan Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman, mendeklarasikan kemerdekaan pada 1957.
Gedung ini dirancang oleh arsitek asal Melbourne, Australia bernama Fender Katsalidis.
Sedangkan kontraktor utama dari pembangunan gedung ini adalah Samsung C&T dan UEM Group.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi