

InNalar.com – Kekuatan angkatan udara Indonesia bakal menjadi ancaman dunia usai pemerintah memutuskan untuk mendatangkan 78 jet tempur.
Sebagai negara maritim yang memiliki 70 persen lautan dan 30 persen daratan dengan rincian lebih dari 17.000 pulau, Indonesia dituntut untuk tetap bisa menjaga keamanan negara.
Pasukan militer Indonesia pun terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keamanan negara, termasuk dengan menambah kekuatan alutsistanya.
Tak main-main, militer Indonesia bahkan mendatangkan 78 jet tempur sekaligus bahkan hanya dalam kurun waktu berdekatan.
Hal ini dibuktikan dengan kabar bahagia yang baru-baru ini diumumkan yakni Kementerian Pertahanan membawa tiga jenis jet tempur dalam beberapa waktu terakhir.
Terbaru ada jet tempur F-15 EX yang baru saja diborong oleh pemerintah Indonesia dari Amerika Serikat.
Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan RI menyebutkan bahwa ada 24 unit F-15 EX yang diborong dari Boeing.
Melansir dari Nikkei Asia, jet tempur F-15 EX dan peralatan tempur lainnya diperkirakan memakan biaya senilai 13,9 miliar dollar AS (Rp213 triliun).
Sebelum mendatangkan F-15 EX, Kemenhan RI juga membeli jet tempur Rafale pada Februari 2022.
Tak tanggung-tanggung, militer Tanah Air membeli 42 unit pesawat tempur Rafale dari perusahaan Prancis, Dassault Aviation.
Pada kontrak awal, sebanyak enam jet tempur Rafale akan didatangkan lebih dahulu dan sisanya menyusul.
Menurut berbagai sumber, untuk mendatangkan 42 unit Rafale, Indonesia diperkirakan harus menggelontorkan dana senilai 8,1 milliar dollar AS atau setara Rp123 triliun.
Setelah itu Indonesia juga mendatangkan jet tempur Mirage 2000 sebanyak 12 unit.
Untuk mendatangkan Mirage 2000, Indonesia harus menyiapkan dana sekitar 792 juta dollar AS (Rp12 triliun).
Jet tempur ini dibeli bekas dari Angkatan Udara Qatar pada Juni kemarin.
Pembeliannya pun sempat mengundang kritikan dari banyak pihak.
Meski demikian, pemerintah Indonesia menilai bahwa kedatangan Mirage 2000 tetap akan membantu Indonesia menggantikan pesawat militer yang sudah usang.
Mirage bekas dari Qatar ini pun akan tiba dua tahun setelah penandatanganan kontrak.
Sementara tiga dari enam pesawat Rafale baru akan dikirimkan pada Januari 2026 mendatang.
Seperti yang sudah disebutkan, kedatangan 78 jet tempur yang baru dibeli Indonesia bakal menggantikan pesawat tempur yang sudah tua dan memodernisasinya.
Upaya ini pun membuat kekuatan militer Angakatan Udara Indonesia dipastikan semakin mengerikan.
Selain itu kedatangan puluhan jet tempur juga akan mempermudah Indonesia dalam menjaga keamanan negara.***