

inNalar.com – Penemuan harta karun berharga di sebuah sungai daerah Kalimantan Utara sempat menggegerkan warga sekitar.
Pasalnya, harta karun tersebut tertimbun di sungai Kalimantan Utara yang cukup dikenal sedikit tidak terawat.
Tidak tanggung-tanggung, harta karun yang ditemukan di sungai Kalimantan Utara tersebut rupanya barang peninggalan yang terbuat dari emas.
Baca Juga: Anggarannya Rp 80 Miliar, Pasar Tertua di Kalimantan Utara Ini Dibangun Ulang Usai Ludes Terbakar
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber terpercaya, harta karun tersebut ditemukan secara tidak sengaja di Sungai Sebengkok.
Penemuan ini diklaim oleh 3 orang warga yang kala itu sedang mencari kayu hanyut di sekitar sungai.
Harta karun tersebut berupa dua pedang yang memiliki panjang masing-masing sekitar 1 dan 9 meter.
Terdapat juga 16 keris, tongkat berbahan kuning, batu giok, telur emas dan barang lain yang memiliki bau wangi meski sudah berlumpur.
Penemuan harta karun ini pun menimbulkan pertanyaan mengingat sungai di Kalimantan Utara tersebut seringkali tertimbun sampah.
Sampah yang ada di sungai ini disebabkan karena banyak warga yang membuang botol plastik dan plastik ke dalamnya.
Meski harta karun tersebut diyakini sebagai peninggalan sejarah, tidak sedikit pula yang menduga barang-barang tersebut merupakan barang dagangan.
Pasalnya, sungai tempat ditemukannya harta karun itu dekat dengan kios Pasar Batu, pusat perbelanjaan tertua di Kalimantan Utara.
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa harta karun tersebut memang peninggalan sejak zaman kerajaan.
Fenomena langka ini rupanya telah menyebar ke masyarakat Kalimantan Utara di mana banyak yang terjun ke sungai.
Besar harapan mereka untuk menemukan harta karun di antara timbunan sampah layaknya 3 warga beruntung tersebut.
Pencarian harta karun di Kalimantan Utara ini juga diikuti oleh anak-anak yang masih mengenakan seragam sekolah.
Sayangnya, puluhan orang yang mencari di Sungai Sebengkok ini hanya dapat pulang dengan hasil nihil.
3 orang penemu harta karun itu mengaku berminat menjual barang-barang itu bila ditawar dengan nilai yang sesuai.***