

inNalar.com – Proyek jembatan terpanjang di Kepulauan Riau yang berlokasi di perbatasan negara ini sedang banyak diperbincangkan publik.
Proyek jembatan yang disebut sebagai jembatan terpanjang di Indonesia ini bakal dinamai sebagai jembatan Babin (Batam-Bintan).
Jika ditelusuri, proyek jembatan di Kepulauan Riau ini pun terus diproyeksikan.
Kabarnya, proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan, Kepulauan Riau ini ditargetkan beroperasi pada 2025 mendatang.
Lebih lanjutnya, pembangunan jembatan Batam-Bintan Kepulauan Riau ini telah masuk ke dalam major project rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).
Rencana pembangunan jembatan ini dipersiapkan di tahun 2020 hingga 2024.
Lebih detailnya, jembatan yang menguhungkan Pulau Batam dan Bintan Kepulauan Riau ini diperkirakan membentang hingga 14,75 kilometer.
Lokasi dari jembatan terpanjang di Kepulauan Riau ini pun sudah dipersiapkan.
Yakni, lokasi yang berada di kawasan Kabil – Tanjung Sauh akan dipersipakan untuk menjadi landing pointnya.
Sedangkan Tanjung Sauh – Pulau Buarua akan menjadi bagian kedua, dan Pulau BuauKabupaten Bintan akan menjadi bagian ketiga jembatan.
Lalu bagaimana dengan pembiayaan dari pembangunan jembatan terpanjang di Kepulauan Riau ini?
Baca Juga: Proyek 20 Tahun? Jembatan Indonesia-Malaysia Sepanjang 120 Km Akhirnya Akan Dibangun, Tapi…
Dilansir dari laman pu.go.id, pembiayaan pembangunan jembatan Batam-Bintan Kepulauan Riau ini akan dibiayai oleh Bank Tiongkok.
Adapun pembiayaan proyek jembatan ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 4-5 triliunan.
Yang mana, tipe proyek jembatan di Kepulauan Riau ini sendiri adalah Build Operate Transfer (BOT).
Dengan adanya Jembatan Batam-Bintan ini diharapkan pengembangan wilayah di Kepulauan Riau juga dapat berkembang pesat.***