Inilah 5 Alat Musik Tradisional Khas Provinsi Jambi, Salah satunya Terbuat dari Tanduk Kerbau, Bisa Tebak?

inNalar.com – Seperti daerah-daerah lainnya, Provinsi Jambi juga memiliki keanekaragaman budaya dan kesenian.

Salah satu kesenian ini pasti erat kaitannya dengan musik tradisional yang ada di Jambi.

Tentunya musik tradisional di Jambi dihasilkan oleh alat musik tradisional yang khas.

Baca Juga: Luasnya 16,6 Hektar, Lahan Lapas di Kalimantan Utara Disulap Jadi Tempat Wisata, Pertama di Indonesia?

Alat musik tradisional di Jambi ini sebenarnya memiliki bentuk yang hampir serupa tetapi berbeda dengan alat musik tradisional yang ada di daerah lain.

Berikut 5 alat musik tradisional khas provinsi Jambi yang masih eksis hingga saat ini diantaranya,

5. Puput Kayu

Puput Kayu merupakan alat musik tradisional khas provinsi Jambi. Puput Kayu alat musik tiup yang terbuat dari kayu yang digunakan untuk mengiringi kesenian tradisional dan lagu daerah.

Baca Juga: Luasnya 16,6 Hektar, Lahan Lapas di Kalimantan Utara Disulap Jadi Tempat Wisata, Pertama di Indonesia?

4. Sekdu

Sekdu adalah alat musik khas Jambi yang terbuat dari bambu. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup dan bentuknya menyerupai alat musik suling. Sekdu biasanya dimainkan pada upacara adat suku melayu.

3. Gambus Jambi

Gambus Jambi merupakan salah satu alat musik khas Jambi. Sebenarnya, Gambus Jambi ini alat musik yang dibawa oleh orang Timur Tengah saat berdagang di Jambi. Alat musik ini dimainkan untuk pengiring kesenian tradisional.

Baca Juga: Kepulaun Riau Punya Kolam Terbesar se Asia Tenggara! Luasnya 6 Ha dengan Konsep Mirip Pantai

2. Cangor

Cangor adalah alat musik khas Jambi yang terbuat dari bambu. Alat musik ini sering ditemukan di Sarolangun, Merangin, Bungo, Kerinci, dan Tebo. Cangor biasanya dimainkan oleh para petani di waktu istirahat di sela-sela bekerja.

1. Serangko

Serangko adalah alat musik khas Jambi yang bentuknya menyerupai terompet, tetapi terbuat dari tanduk kerbau dan bambu. Dulunya, masyarakat menggunakan Serangko untuk pertanda suatu peristiwa atau perang.***

 

Rekomendasi