Ekspor hingga 15 Negara! Inilah Bisnis Kopi Gayo dari Aceh Tengah yang Mendunia, Berikut Jenis-jenisnya

inNalar.com – Pebisnis kopi gayo dari Aceh Tengah yang berhasil mengekspor hingga 15 negara.

Penikmat kopi gayo banyak berada didaratan tinggi seperti Amerika dan negara-negara di Eropa dan Amerika menjadi peeksporan pertama kali ditahun 2012.

Owner Ketiara Coffe Bambang Arie Nugroho sebagai pebisnis kopi gayo sudah memulai bisnis kopi sejak 2003 untuk pasar lokal sampai 2008.

Baca Juga: Luar Biasa! Ini Jembatan Rp 173 M yang Jadi Satu-Satunya Akses Darat ke Pulau Samosir: Diresmikan Presiden RI

Pada tahun 2008 pebisnis kopi tersebut sudah mengurus izin untuk melakukan ekspor. Tahap awal ekspor ini mereka dilanda kebingungan karena belum ada konsumen luar negeri.

Hingga akhirnya mereka diperkenalkan oleh ekspotir ke konsumen luar di Medan, Sumatera Utara.

Konsumen tersebut berasal dari Amerika dan langsung datang untuk melihat kopi di Ketiara.

Baca Juga: IU Akan Gelar Konser Anniversary September Mendatang, Fans Dibuat Kagum dengan Harga Tiketnya

Sejak ekspor pertama ke Amerika, bisnis kopi ini terus mendapatkan konsumen/pembeli dari berbagai manca Negara.

Awal-awal ekspor hanya sebanyak 9 ton dan kini bisnis kopi itu bisa mengekspor dengan rata-rata sebulan 100 ton ke 15 negara.

Pengiriman terbesar mereka ke Amerika dengan 70 persen dari total 100 ton selebihnya ke Eropa, Jerman, Swiss, Perancis dan lain-lain.

Baca Juga: Berjarak 15 Menit dari Ibukota, Jambi Bakal Memiliki Stadion Termegah Standar FIFA, Biayanya Rp 250 Miliar?

Negara di Asia pun ikut andil dalam ekspor kopi gayo ini yaitu China, Kore, Jepang, Singapura dan Malaysia dan dalam sebulan ada 7 kali ekspor ke Negara tujuan.

Pada ekspor ke Amerika kopi harus bebas pestisida sesuai dengan permintaan untuk Negara lain mereka memiliki standar pesrisida dengan rata-rata 0,3 persen.

Kopi yang diekspor dibeli dari para petani di Bener Meriah Aceh Tengah yang saat ini ada 2 ribu petani dengan binaan Ketiara dan 17 staf.

Mempunyai rasa yang kuat dan berkarater, kopi gayo memiliki rasa yang tidak pahit dan tingkat keasaman yang rendah serta sedikit rasa manis.

Cocok ditanam pada ketinggian 1000 mdpl dan perbedaan ketinggian dalam penanaman kopi gayo bisa mempengaruhi rasa kopi itu sendiri.

Perbedaan itu juga dapat menyebabkan rasa kopi tidak konsisten dan hal itu yang menjadikan kopi gayo unik.

Kualitas yang sudah diakui oleh dunia tertuang pada setifikat resmi pada 2010. Kopi gayo memiliki beberapa jenis yaitu:

1. Bergenal

Termasuk jenis kopi Arabika yang memiliki sentuhan sendikit rasa buah-buahan dan herbal serta spicy dengan tingkat asam yang rendah.

Kopi jenis ini ditanam pada perkebunan Bener Meriah, Aceh yang tumbuh pada ketinggian 1.200 sampai 1.500 mdpl.

2. Rambung

Mempunyai biji kopi paling besar diantara jenis lainnya dan memiliki proses pertumbuhan yang cepat serta membutuhkan lahan yang banyak jika ingin membudidayakannya.

3. Lini Ethiopia

Berbeda dari yang lainnya kopi jenis ini mempunyai rasa yang berbeda-beda dengan tergantung tempat penanamannya. Jenis ini merupakan varietas kopi Arabika dan pertama kali masuk Indonesia tahun 1928.***

Rekomendasi