Ditemukan Belanda Abad ke-19 M, Situs Tambang Batu Bara di Sumbar Ini Pernah Produksi Jutaan Ton!

inNalar.com – Sumatera Barat terkenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang jadi penghasil tambang terbesar.

Beberapa masyarakat di daerah Sumatera Barat menggantungkan perekonomiannya dari hasil tambang di sana.

Selain masyarakat di sekitar Sumatera Barat, beberapa perusahaan tambang besar juga menanamkan modalnya untuk ikut mengeruk sumber daya alam di sana.

Baca Juga: Letaknya 70 Km dari Padang, Situs Tambang Batu Bara di Sumbar Ini Diklaim Jadi yang Tertua di Asia Tenggara

Namun, di balik semua itu pertambangan di Sumatera Barat ternyata banyak membawa dampak positif untuk beberapa warga sekitar.

Salah satunya, potensi pembangunan dan perekonomian di beberapa daerah Sumatera Barat semakin meningkat.

Jika ditelusuri mengenai sejarah pertambangan di Sumatera Barat, daerah ini ternyata jadi sasaran pertama pengerukan sumber daya alam di Indonesia.

Baca Juga: Provinsi Jambi Punya 4 Daerah Penghasil Orang Pandai Terbanyak, Nomor 1 Bukan Kerinci, Tapi Ternyata Kota…

Dicatatkan dalam sejarahnya, Kota Sawahlunto di Sumatera Barat jadi jejak pertambangan pertama di Indonesia.

Bahkan kabarnya, pertambangan di Sumatera Barat ini jadi yang tertua di Asia Tenggara.

Penemuan pertama wilayah tambang di Sumatera Barat ini dilakukan oleh Willem Hendrik de Breve asla Belanda pada abad ke-19 masehi.

Baca Juga: Tinggi Mencapai 2.853 Mdpl, Gunung Merapi di Bengkulu Menjadi Jalur Terekstrim Bagi Pendaki

Setelah adanya penemuan wilayah tambang di Sumatera Barat ini, pembangunan infrastuktur di sana juga terus digencarkan.

Yang mana, hal ini dilakukan semata-mata sebagai pendukung untuk kegiatan pertambangan di wilayah Kota Sawahlunto Sumatera Barat.

Tercatat, produksi tambang di Sumatera Barat ini pernah mencapai lebih dari 620.000 ton per tahunnya di tahun 1930.

Dan puncaknya, tambang batu bara di Sawahlunto Sumatera Barat ini pernah mencapai total produksi sebesar 1.201.846 ton per tahunnya.

Produksi batu bara tertinggi tersebut, diketahui pernah terjadi pada tahun 1976.

Namun, saat ini wilayah tambang batu bara di Kota Sawahlunto Sumatera Barat tersebut telah ditutup, dan dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Situs tambang batu bara di Sumatera Barat yang ditemukan pada abad ke-19 masehi oleh Belanda ini adalah Situs Tambang Batu Bara Ombelin.***

 

Rekomendasi