
inNalar.com – Kaya akan keberagaman suku dan bangsa, Indonesia ternyata memiliki suku yang saat ini masih hidup di atas sampan, yaitu suku Laut.
Suku yang menjalani kehidupan sehari-harinya di atas sampan atau perahu tersebut berada di Perairan Provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya.
Dilansir dari kanal YouTube Kacong Explorer, salah satu suku Laut yang masih menjalani kehidupan tradisionalnya yaitu berada di desa Tajur Biru, Kec. Temiang Pesisir, Kab. Lingga, Kepulauan Riau.
Baca Juga: Live Score Vietnam vs Filipina di Piala AFF 2024, The Azkal Mampu Guncang Dominasi Golden Stars?
Perjalanan yang dilakukan untuk mencapai desa Tajur Biru tidak mudah karena harus menyeberangi laut yang ditempuh selama 2 jam dari Pelabuhan Sei Daik Lingga.
Sepanjang perjalanan melintasi laut, akan banyak sekali pohon bakau yang tertanam di sekitar dan menandakan masih murninya ekosistem di daerah sana.
Dilansir dari laman resmi Kebudayaan Kemdikbud, suku Laut memiliki ciri khas hidup satu keluarga dalam perahu kecil yang sama. Ke-khas-an mereka sangat merepresentasikan kehidupan yang sangat dekat dengan bahari.
Baca Juga: 38 KM dari Kebumen! Pemukiman Unik di Jawa Tengah Ini Pantang Nikah Lintas Desa: Ini Alasannya!
Sampan atau lebih dikenal sebagai kajang oleh suku Laut, sangat mendukung aktivitas atau kegiatan yang mereka lakukan di atas laut.
Tak hanya digunakan sebagai transportasi belaka, kajang juga digunakan untuk tempat istirahat bahkan memasak.
Lebih mencengangkan lagi, masyarakat suku Laut ternyata juga melakukan proses kelahiran di atas sampan. Biasanya untuk proses persalinan sendiri akan meminta bantuan dari bidan yang ada di wilayah sekitar.
Ketika waktu melahirkan sudah dekat, bidan tersebut akan naik ke atas kajang dan membantu proses persalinan.
Selain itu, prosesi pernikahan juga dilakukan di atas sampan walaupun tidak seluruhnya karena masih terdapat atraksi pencak silat yang dilakukan di darat.
Keberadaan suku Laut hingga saat ini bisa terbilang semakin sedikit. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sudah menyiapkan 200 rumah untuk suku Laut yang berada di Kabupaten Lingga.
Dilansir dari laman resmi Provinsi Kepri, revitalisasi rumah untuk suku Laut akan disebar di 8 desa yang meliputi desa Baran, desa Panaah, desa Tajur Biru, desa Temiang Lingga, desa Pasir Panjang, desa Mentengah, desa Kentar Akat, dan desa Tanjung Kelit.
Pihaknya menyebutkan bahwa revitalisasi yang dilakukan tersebut merupakan program yang diprioritaskan Gubernur dan bertujuan untuk mempercepat pengentasan Kemiskinan di Kepulauan Riau.
Selain itu, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat suku Laut, sehingga mereka mempunyai tempat yang layak huni dan dapat meningkatkan performa nelayan yang lebih berdaya saing.
Program tersebutlah yang membuat beberapa masyarakat suku Laut pindah dari atas sampan ke rumah yang dibuat oleh pemerintah.
Walaupun telah berpindah tempat, namun rumah yang dibuat tersebut tetap berada di atas laut dan tidak membuat suku tersebut kehilangan tempat aslinya.***