

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur pasar sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama di Kalimantan Timur.
Salah satu pasar tradisional yang terletak di Samarinda rupanya tak tuntas dibangun dan mangkrak bertahun-tahun.
Melihat hal tersebut, pemerintah berupaya untuk melanjutkan pembangunan dengan menggunakan APBD Samarinda.
Dilansir inNalar.com dari laman disdag.samarindakota.go.id, pemerintah akan melanjutkan pembangunan Pasar Baqa, Samarinda, Kalimantan Timur.
Hal ini dilakukan seiring dengan kondisi keuangan APBD Pemerintah Kota Samarinda yang sudah membaik.
Berlanjutnya pembangunan tersebut dilakukan melalui serangkaian proses bertahap, seperti rencana anggaran, pengecekan kondisi bangunan, dan review desain.
Sebelumnya, pemerintah merencanakan desain Pasar Baqa di Kalimantan Timur ini untuk memiliki empat lantai.
Namun, setelah meninjau ulang lokasi, diputuskan bahwa empat lantai akan dipangkas menjadi dua lantai saja.
Baca Juga: Tembus Transaksi Ekonomi hingga Rp 34 M, Festival Terbesar Makassar F8 Kembali Diadakan!
Pembangunan ini dilanjutkan oleh Dinas Perdagangan Samarinda, Kalimantan Timur, setelah dibiarkan mangkrak bertahun-tahun.
Anggaran yang digelontorkan pun bertahap, di mana total biaya dari tahun 2014 hingga tahun 2022 mencapai 27 miliar Rupiah.
Rinciannya sendiri terdiri dari 4,8 miliar pada tahun 2014, 8,5 miliar pada tahun 2015 ditambah dengan perubahan sebesar 3,07 miliar.
Pembangunan pasar berlanjut pada tahun 2018 dengan sumber anggaran yang sama sebesar 4,7 miliar.
Pembangunan Pasar Baqa kembali mangkrak pada tahun 2019 hingga 2021, kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2022 dengan anggaran 6 miliar Rupiah.
Desain pasar yang dipangkas menjadi dua lantai akan dilengkapi dengan lahan parkir yang memadai.
Meski pembangunan pasar di Kalimantan Timur ini berlanjut, namun proyek pengerjaan tidak langsung rampung dalam satu tahun.
Setidaknya, pemerintah harus melengkapi berbagai fasilitas yang memadai, termasuk pembangunan lift.
Diharapkan, Pasar Baqa yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur tersebut dapat dioperasikan kembali pada tahun 2024.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi