Anggaran Rp 190 Miliar, Pembangunan Infrastruktur di Bengkulu akan Beroperasi Tahun 2024, Apakah Itu?

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus melakukan pembangunan-pembangunan infrastruktur untuk bisa meningkatkan aktivitas distribusi di daerahnya.

Salah satu infrastruktur yang akan dibangun untuk bisa meningkatkan aktivitas distribusi adalah jalan Trans Enggano.

Jalan Trans Enggano termasuk Pembangunan Major Project di Bengkulu karena Pulau Enggano termasuk wilayah Tertinggal,Terluar, dan Terdepan (3T) di Indonesia.

Oleh sebab itu, Pulau Enggano dapat perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Pulau Enggano letaknya berada di Lautan Hindia sisi barat Pulau Sumatera yang berseberangan langsung dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung.

Pembangunan dari jalan Trans Enggano menghabiskan anggaran sebesar Rp 190 miliar dengan luas yang mencapai 32,8 Km.

Baca Juga: Telan Hampir Rp595 Miliar untuk Perbaikan, PLTU di Lampung ini Sulap Limbah Batu Bara Jadi Bahan Bangunan?

Infrastruktur ini merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PNS) yang dikerjakan langsung Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu.

Material material untuk membangun jalan Trans Enggano seperti batu, pasir, dan kerikil harus menggunakan produk lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hal itu dilakukan oleh Gubernur Provinsi Bengkulu agar bisa membantu meningkatnya ekonomi warga di Pulau Enggano.

Tujuan utama dibangunnya infrastruktur ini untuk bisa memaksimalkan fungsi dari Pulau Enggano dan melindungi sumber daya alam di daerah itu.

Pembangunan jalan Trans Enggano dimulai pada bulan September 2022 lalu, dan rencananya akan selesai pada tahun 2024.

Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp 47 Miliar, Kampung Inggris Pare di Kabupaten Kediri Bakal Hadirkan Wajah Baru

Jalan Trans Enggano dibangun di beberapa daerah Pulau Enggano yang mengalami kerusakan parah diantaranya di Desa Banjar Sari, Desa Malakoni, dan Desa Kahyapu.

Selain membangun jalan Trans Enggano pemerintahan Provinsi Bengkulu juga membangun jembatan dengan panjang 197 meter untuk bisa melengkapi pembangunan dari jalan Trans Enggano.

Kontraktor yang bertugas untuk membangun jalan Trans Enggano yaitu dari  PT. Rodateknindo Purajaya.

Infrastruktur yang dibangun ini akan menghubungkan dua akses penting pelabuhan yaitu Pelabuhan Enggano dan Pelabuhan Kahyapu. Oleh karena itu, pembangunan ini berharap bisa meningkat ekonomi warga sekitar dalam distribusi. *** 

Baca Juga: Dananya Rp210 Miliar, Pesawat Amfibi Besutan Bandung Ini Jadi yang Termahal se-Indonesia

Rekomendasi