Berikut Fakta-fakta Bandara Baru di Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Pembangunannya Sempat Terhenti?

inNalar.com – Sulawesi Tengah tepatnya di desa Kendek, kabupaten Banggai Utara, kabupaten Banggai Laut menjadi salah satu daftar dari tujuh bandara yang dibangun di tahun 2023.

Demi kelancaran pada pembangunan tujuh bandara baru ini, fakta menyatakan bahwa pemerintah mengeluarkan dana sebesar triliunan rupiah.

Dibangunnya bandara Banggai Laut, Sulawesi Tengah, diharapkan masyarakat di daerah terpencil dapat dengan mudah dalam akses mobilisasi.

Baca Juga: Panjangnya 1082 Meter! Jembatan Terpanjang di Kalimantan Selatan Ini Berdiri Sejak 1997, Kalahkan Suramadu?

Dengan dibangunnya bandara Banggai Laut, Sulawesi Tengah memiliki fakta-fakta unik didalamnya, yaitu:

1. Peletakan Batu Pertama
Peletakan batu pertama bandara Banggai Laut, Sulawesi Tengah dilakukan pada 25 Maret 2019 yang disaksikan oleh Kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Banggai Laut, Kepala Sub bagian Tata Usaha, dan Kepala Seksi Bimas Islam.

Dilansir dari laman kemenag.go.id, Menteri Perhubungan yang diwakili oleh Kepala Satker, Bupati dan undangan lainnya turut hadir dalam proses peletakan batu pertama tersebut.

2. Dana awal sebesar Rp 10 Miliar
Untuk pembangunan tahap awal, Kementrian Perhbungan mengalokasikan dana sebesar Rp 10 Miliar.

Baca Juga: Indah tapi Penuh Misteri! Beginilah Pulau Penyengat, Destinasi Wisata Bersejarah di Tanjung Pinang, Tertarik?

Anggaran tersebut dikelola oleh kantor satker unit penyelenggara bandara udara kabupaten Tojo Una-una.

3. Pembangunan dilanjutkan kembali di tahun 2023
Pembangunan bandara Banggai Laut yang telah dimulai sejak peletakan batu pertama pada tahun 2019, kini prosesnya dilanjutkan kembali di tahun 2023.

Dengan dilanjutnya proses pebangunan bandara Banggai Laut, Sulawesi Tengah diharapkan agar dapat selesai pada tahun 2024 dan segera beroperasi.

4. Nama bandara
Terkait nama bandara yang akan digunakan, pemerintah daerah kabupaten Banggai Laut mengadakan rapat perihal nama bandara yang akan dipakai.

Baca Juga: Anggaran Mencapai Rp 202 Miliar! Inilah Nama-nama Jembatan yang Akan Dibangun di Provinsi Riau

Maulana Frins Mandapar menjadi opsi sebagai nama bandara Banggai Laut, karena beliau merupakan Raja di Kerajaan Banggai.

Nama tersebut akan dipakai sebagai bentuk penghormatan atas jasa perjuangan, serta bentuk pentingnya nilai kearifan lokal dan budaya dari sebuah nama.

5. Penambahan volume panjang bandara
Pada awalnya volume panjang bandara Banggai Laut seluas 900 meter, kini ditambahkan menjadi sekitar 1.200 meter.

Baca Juga: Kedalaman Lebih dari 150 Meter, Danau Terbesar ke-2 di Sumatera Ini Ada di 2 Provinsi, Di mana Letaknya?

Harapan ditambahkannya volume panjang tersebut agar bisa untuk pesawat jenis ATR, meski idealnya seluas 1.400 meter.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]