

inNalar.com – Usaha Malaysia untuk merealisasikan proyek penyambung dua negara rupanya belum usai.
Setelah menggagas pembangunan Jembatan Selat Malaka, kini Malaysia ingin membangun jembatan bawah laut.
Proyek ini nantinya akan menghubungkan Bagan Datuk Perak ke Pulau Sumatera yang berada di Indonesia.
Baca Juga: Kandungan Retinol pada Skincare: Memiliki Segudang Manfaat Tapi Resikonya Tidak Boleh Disepelekan!
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, proyek ini dikemukakan pada kegiatan Transformasi Nasional 2050 di Malaysia.
Ambisi negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia tersebut rupanya didasari dengan harapan meningkatkan hubungan antar negara.
Untuk lokasinya sendiri, Bagan Datuk yang berada di Semenanjung Malaysia dipilih karena berdekatan dengan ujung Pulau Sumatera.
Perencanaannya akan menyambungkan jembatan yang dijadikan Tol Pesisir Pantai Barat untuk tersambung dengan terowongan.
Terowongan tersebut akan berada di bawah laut dan menembus perbatasan kedua negara di mana akan berhenti di Sumatera.
Proyek jembatan bawah laut tersebut menjadi salah satu alternatif dari penolakan Jembatan Selat Malaka.
Dulu, Malaysia pernah berambisi untuk menyambungkan negara mereka dengan Pulau Sumatera melalui Jembatan Selat Malaka.
Proposal ini pernah diajukan kepada Pemerintah Indonesia setidaknya pada tahun 1990-an di mana akan dibangun di Distrik Masjid Tanah/Telok Gong.
Namun, selama kurun waktu 20 tahun belakangan, informasi pembangunan jembatan ini masih mengambang.
Dengan total panjang Jembatan Selat Malaka yang mencapai 127 km, proyek tersebut diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp175 triliun.
Sedangkan, jembatan bawah laut adalah bagian dari proyek tol pesisir pantai barat Malaysia yang terhubung dengan terowongan.
Proyek jembatan bawah laut ini sendiri akan menghabiskan dana sebesar 20 miliar Dollar Amerika atau lebih dari Rp300 triliun.
Bedanya, jembatan Selat Malaka terhubung dibangun di atas perairan, sedangkan proyek baru ini akan melibatkan jembatan yang jalannya dilanjutkan dengan terowongan bawah laut.
Proyek tersebut kurang lebih memiliki rancangan yang mirip dengan desain jembatan bawah laut ibukota Denmark yang terhubung dengan Swedia.
Namun, belum ada kejelasan bagaimana respon Pemerintah Indonesia mengenai proyek ambisius penyatu Sumatera dan Malaysia ini.
Dikatakan, pemerintah masih berfokus untuk membangun infrastruktur daerah terlebih dulu, terutama di Pulau Sumatera.
Sehingga, jembatan penyambung Sumatera-Malaysia penyambung dua negara Asia Tenggara pertama dan termahal tersebut sebatas wacana.
Bila izin dari pemerintah Indonesia sudah didapatkan, kemungkinan besar kedua negara akan terkoneksi satu sama lain melalui jembatan bawah laut.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi