Rusak Selama 2 Tahun, Rehabilitasi Jembatan Pulau Pasaran Lampung Makan Biaya Rp5 Miliar, Kapan Rampung?

inNalar.com – Pulau Pasaran merupakan sebuah daerah yang terletak di Kecamatan Teluk Betung Barat, tepatnya berjarak sekitar 2,5 kilo meter dari Kota Bandar Lampung.

Pulau yang berada di dalam kawasan Teluk Lampung ini terbilang mungil, karena luasnya hanya 13 hektare.

Akses termudah untuk mobilisasi penduduk dari Pulau Pasaran menuju Bandar Lampung satu-satunya selain perahu adalah infrastruktur jembatan.

Baca Juga: Proyek Flyover Djuanda Rp 332 M, Jalan Raya Waru Sidoarjo Ditutup 28-29 Agustus, Rute Dialihkan ke Jalan…

Namun sayangnya, pada tahun 2021 Jembatan penghubung Pulau Pasaran dan Bandar Lampung mengalami rusak parah.

Terlihat jalan jembatan yang lebarnya hanya 3 meter tersebut tidak rata alias naik turun.

Adapun penyebabnya diduga karena adanya perubahan dalam kontur lapisan dasar laut.

Baca Juga: Tak Dibayar 8 Bulan, Pengerjaan Jembatan di Kalimantan Timur Ini Sampai Mangkrak dan Tak Kunjung Usai

Anggaran Rp2,4 miliar bersumber dari APBD 2021 pun dikerahkan untuk perbaikan Jembatan Pulau Pasaran Lampung.

Namun, rehabilitasi jembatan tersendat dengan dua alasan yang mengikutinya.

Pertama, realisasi perbaikan tersebut terhenti, karena adanya kendala cuaca dan faktor alam yang menghambat.

Baca Juga: Siapkan Rp21 Miliar! Proyek 1700 Lampu Pocong di Medan yang Digarap 8 Kontraktor Malah Mangkrak, Kok Bisa?

Kedua, disebabkan belum adanya kucuran dana guna pengadaan bahan material perbaikan Jembatan Pulau Pasaran Lampung.

Terlepas dari apapun alasannya, Jembatan Pulau Pasaran Lampung memiliki peran yang cukup strategis dalam pembangunan ekonomi.

Jembatan Pulau Pasaran sangat berperan bagi kemudahan penduduknya dalam menjangkau kebutuhan pasokan bahan baku sehari-hari dari pusat Kota Bandar Lampung.

Lebih dalam dari itu, Jembatan Pulau Pasaran juga berpotensi menjadi jalur paling aman untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan asin menuju Bandar Lampung.

Sebagaimana diketahui bahwa Pulau Pasaran merupakan daerah penghasil ikan asin terbesar di Provinsi Lampung.

Dilansir dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Pulau Pasaran mampu memproduksi rata-rata sekitar 120 – 150 ton per bulan.

Artinya, potensi sektor ekonomi perikanan dari produk ikan asin sendiri bisa mencapai 1.140 ton per tahun.

Inilah alasan utama mengapa perbaikan jembatan penghubung dua daratan sebaiknya terus diupayakan oleh pihak pemerintah.

Terwujudnya infrastruktur yang baik, tentu akan membangkitkan perekonomian wilayahnya pula.

Diketahui pada tahun 2022, perbaikan Jembatan Pulau Pasaran menggelontorkan biaya Rp 1,5 meter dengan total perkembangan perbaikan mencapai 150 meter.

Adapun pada tahun 2023, anggaran perbaikan Jembatan Pulau Pasaran menelan biaya Rp5 miliar.

Dengan tambahan anggaran fantastis tersebut, diharapkan penuntasan perbaikan jembatan ditargetkan dapat rampung akhir tahun 2023.

Dengan demikian, apabila tidak ada lagi kendala yang menghalanginya, maka total keseluruhan panjang jembatan yang diperbaiki mencapai 350 meter.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]