

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya menyelesaikan pembangunan flyover Djuanda yang dahulu bernama flyover Aloha di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Biaya pembangunan flyover Djuanda bersumber dari dana APBN sebesar Rp 332,8 miliar yang dialokasikan pada Multi Year Contract (MYC) 2022-2024.
Jalan Raya Waru akan ditutup pada tanggal 28-29 Agustus 2021 dan dialihkan ke jalan lain dikarenakan pengerjaan flyover Djuanda.
Kehadiran jembatan layang ini sangat dinanti-nantikan masyarakat karena akan mengatasi kemacetan akibat terkonsentrasinya lalu lintas di simpang Bangah-Aloha.
Selain itu, flyover juga mempercepat arus lalu lintas di penyeberangan menuju halaman Teluk Juanda. Jalan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antardaerah diperlukan agar pergerakan barang, jasa, dan manusia lebih efisien.
Dengan konektivitas yang semakin fleksibel diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah sehingga berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pembangunan jembatan Djuanda dimulai pada tanggal kontrak 1 November 2022 dengan waktu penyelesaian 540 hari kalender sampai dengan 23 April 2024.
Dari segi konstruksi, jalan layang Djuanda terdiri dari dua struktur yaitu jalan masuk Bandara Djuanda ke Sidoarjo sepanjang 435 meter dan ke Surabaya sepanjang 423 meter yang masing-masing dilengkapi landai ke Sidoarjo dan Surabaya.
Baca Juga: Awal Mula Kalimantan Mendapat Sebutan Borneo oleh Negara Luar, dari Sebuah Pohon?
Nama flyover Aloha diubah menjadi Juanda untuk menghormati jasa pahlawan nasional Djuanda Kartawidjaja, penggagas Deklarasi Djuanda 1957 dan penggagas pembangunan bandara internasional di Jawa Timur.
Selain untuk mengatasi dan meminimalisir kemacetan yang sering terjadi di 3 simpang Bundaran Aloha, tepatnya di ruas Tol Waru-Batas Sidoarjo, terdapat jalan menuju bandara Juanda, dan juga tersedia flyover Djuanda.
Infrastruktur konektivitas ini adalah akses jalan menuju bandara, di kawasan Sidoarjo dan mengurangi resiko kecelakaan akibat penyeberangan.
Baca Juga: Taman Nasional di Sulawesi Tengah ini Ternyata Memiliki Peninggalan Prasejarah Megalitikum, Loh!
Akibat pengerjaan flyover Djuanda, Jalan Raya Waru ditutup dan disepakati penutupan pada 28-29 Agustus 2023.
Akses ditutup mulai pukul 00:00 hingga 05:00. Kendaraan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo harus melintasi Jalan Raya Juanda, belok depan Masjid Jannatin Brigif Marinir, lalu belok kiri setelah FR Gedangan.
Namun, tidak seperti jalan Waru, lalu lintas dari Sidoarjo ke Surabaya tidak ditutup.***