

inNalar.com – Penantian pengalihan fungsi Bandara Gatot Soebroto di Kabupaten Way Kanan menjadi bandar udara sipil akhirnya terwujud sejak harapan tersebut muncul pada tahun 2006 silam.
Sebelum difungsikan sebagai bandar udara yang melayani penerbangan sipil, Bandara di Kabupaten Way Kanan Lampung ini merupakan Pangkalan Udara TNI Angkatan Darat.
Pada 6 April 2019, jajaran tokoh yang berperan besar dalam alih fungsi status Bandara megah di Provinsi Lampung ini hadir dalam kegiatan peresmian tersebut.
Tokoh yang dimaksud antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, dan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya.
Baca Juga: Proyek Rp 268,8 Miliar, Jalan Sepanjang 10 Km Menuju Bandara Singkawang Kalbar Ternyata Tujuannya…
Adapun Bandara yang berlokasi di Kabupaten Way Kanan tersebut mendapatkan kucuran dana APBN tahun 2020 sebesar Rp20 miliar.
Rincian realisasi anggaran tersebut digunakan untuk mengembangkan landasan pacu dan fasilitas bandar udara tersebut.
Diketahui Bandara Gatot Soebroto memiliki landasan pacul sepanjang 2.100 meter dan lebarnya 45 meter.
Hal yang menarik usai peresmian Bandara Gatot Soebroto Kabupaten Way Kanan adalah adanya usulan dari Gubernur Lampung untuk mengubah nama bandar udara tersebut.
Adapun nama yang diusulkan sebagai pengganti Bandara megah di Provinsi Lampung ini adalah sosok prajurit militer.
Nama sosok yang diusulkan menjadi pengganti Bandara Gatot Soebroto adalah Musannif Ryacudu.
Lantas, siapa kah sosok tersebut hingga Gubernur Lampung mengusulkan nama tersebut menjadi pengganti nama Bandara Gatot Soebroto?
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari buku berjudul “Tokoh Sejarah dan Budaya” yang dipublikasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, terungkap sosok penting tersebut.
Ternyata, Musannif Ryacudu adalah seorang prajurit militer NKRI asli kelahiran Kabupaten Way Kanan.
Diketahui dari sepak terjang karir yang digelutinya di bidang militer, rupanya Musannif Ryacudu sangat berperan penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia di sekitar daerah Martapura, Muara Dua, dan Ogan Komering Ulu.
Sosok Musannif Ryacudu juga diketahui sempat diterjunkan dalam berbagai operasi militer tidak hanya di wilayah Lampung, tetapi juga hingga ke daerah lainnya di Kalimantan.
Perjuangan anak bangsa asli tanah Kabupaten Way Kanan inilah yang mendorong Gubernur Lampung untuk mengusulkan adanya penggantian nama Bandara Gatot Soebroto menjadi nama Musannif Ryacudu.***
Baca Juga: Berikut Fakta-fakta Bandara Baru di Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Pembangunannya Sempat Terhenti?