

inNalar.com – Kota Makassar yang terletak di Sulawesi Selatan sebagai tempat perdagangan pada zaman belanda tentunya memiliki sejarah.
Hingga saat ini tempat peninggalan zaman belanda tersebut masih terjaga dengan baik hingga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata di Sulawesi Selatan.
Tempat-tempat bersejarah di Sulawesi Selatan bisa dikunjungi untuk mengobati rasa penasaran para wisatawan.
Selain memiliki destinasi wisata alam Sulawesi Selatan juga memiliki bangunan peninggalan Belanda, berikut bangunan peninggalan belanda di Sulawesi Selatan, antara lain;
Pertama Benteng Rotterdam, bangunan bersejarah ini sangat terkenal di Kota Makassar, banyak wisatawan lokal yang mengunjungi bangunan tersebut.
Bangunnan Benteng Rotterdam juga memiliki nma alain yiatu Fort Rotterdam dibangun pada tahun 1545, pembangunan tersebut dilakukan pada masa kerajaan Gowa.
Pembangunan dilakukan oleh raja gowa ke sembilan, Benteng Rotterdam juga dekat dengan Pantai Losari yang terkenal di Kota Makassar Sulawesi Selatan.
Pada awalnya Benteng Rotterdam memiliki nama Benteng Ujung Pandang merupakan bukti peninggalan kerajaan Gowa-Tallo, sehingga nama tersebut diganti oleh Belanda.
Kedua, Benteng Somba Opu, bangunan ini juga merupakan bekas peninggalan dari kerajaan Gowa-Talo di Sulawesi Selatan.
Bahkan Benteng Somba Opu yang berada di Sulawesi Selatan tersebut dihuni oleh rakyat pada tahun 1669 dari pasukan spellman.
Baca Juga: Tembus Transaksi Ekonomi hingga Rp 34 M, Festival Terbesar Makassar F8 Kembali Diadakan!
Tidak hanya itu menurut dari kebudayaan Inggris sendiri benteng ini merupakan bangunan yang sulit untuk ditaklukan di wilayah Nusantara.
Dulu pernah dijadikan sebagai tempat perdagangan rempah-rempah yang dikuasai oleh bangsa Eropa dan benteng Benteng Somba Opu pernah dihancurkan oleh Belanda yaitu pada tahun 1669.
Ketiga, Monumen Mandala, yaitu monumen yang berada di Sulawesi Selatan ini dibangun pada tahun 1994, untuk pembangunnya selesai 2 tahun yaitu pada tahun 1996.
Monumen Mandala memiliki bangunan empat lantai, untuk lantai satu terdapat replika dan juga baju para pahlawan yang dapat dilihat secara langsung.
Selain itu Monumen Mandala juga memiliki bangunan seperti menara dengan tinggi 73 meter, pembangunan monumen ini merupakan bentuk apresiasi dari Presiden Soeharto yaitu mantan dari panglima perang.***