

inNalar.com – Pembangunan jembatan di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat berakhir mangkrak, pembangunan tersebut tak kunjung selesai.
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan di Kampung Nanga Merakai Kalimantan Barat memiliki panjang 120 meter.
Jembatan ini memiliki nama Jembatan Ketungau Dua yang pembangunannya sudah dilakukan sejak tahun 2017.
Awalnya pembangunan Jembatan Ketungau Dua ini rencanakan akan rampung pada tahun 2019 tepi hingga saat ini jembatan yang ada di Kalimantan Barat tak kunjung selesai.
Baca Juga: Memakan Dana Rp 12,8 M, Jembatan Gantung di Aceh ini Dibangun untuk Penghubung Antar Desa
Bahkan jembatan yang memiliki anggaran nominal fantastis tersebut terdapat suatu permasalahan, jembatan merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk masyarakat.
Sebagai mempermudah aktivitas sehingga dapat memangkas perjalanan sehingga tidak perlu putar balik atau menempuh perjalanan yang jauh.
Tentunya juga dapat mempersingkat waktu serta BBM kendaraan selain itu dari adanya pembangunan infrastruktur yang memadai juga dapat mendongkrak perekonomian para masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.
Supaya tidak tertinggal jauh dengan daerah-daerah lainnya sehingga peningkatan perekonomian dapat dilakukan.
Anggaran dana yang dihabiskan untuk pembangunan Jembatan Ketungau Dua di Kalimantan Barat ini sebesar Rp 27 miliar.
Anggaran yang fantastis sudah dihabiskan tetapi pembangunan Jembatan Ketungau Dua tidak kunjung selesai.
Pembangunan Jembatan Ketungau Dua asal jadi di Kalimantan Barat disebabkan adanya penyalahgunaan anggaran dana.
Perlu diketahui untuk pembangunan Jembatan Ketungau Dua di Sulawesi Selatan ini melakukan dua kali penganggaran dana.
Tentunya penyesalan juga dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang, karena pembangunan, jembatan tersebut memiliki akses yang yang strategis.
Pembangunan dilakukan secara asal-asalan tentunya membuat masyarakat sedih karena Jembatan Ketungau Dua merupakan jembatan yang terletak di perbatasan.
Bahkan pembangunan Jembatan Ketungau Dua ini sudah melewati 50 persen pembangunan tetapi tidak dilanjutkan sehingga mangkrak.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi