BMKG Klaim Bisa Kendalikan Cuaca untuk Datangkan Hujan ke Jakarta, Netizen: Harusnya Belajar dari China

inNalar.com – Fenomena Jakarta yang akhirnya diguyur hujan deras rupanya telah menjadi trending topik di X (sebelumnya Twitter).

Setelah belakangan ini viral mengenai polusi udara yang tidak sehat, kini BMKG memberikan solusi menanggulangi pencemaran udara di ibukota.

Dilansir inNalar.com dari akun X resmi @dinaslhdki, pemerintah setempat berhasil menurunkan polutan menggunakan Mist Generator.

Mist Generator merupakan metode uji coba Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dapat menjadi solusi pencemaran di ibukota.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Penghubung Rp 27 Miliar di Sintang Kalimantan Barat Mangkrak, Hal Ini Dipicu Adanya….

Metode tersebut terbukti efektif untuk mengurangi polusi dan direncanakan untuk diperbanyak di gedung-gedung tinggi Jakarta.

Usaha lain yang dilakukan adalah melakukan penyemaian garam dengan total 8.800 kg garam dan 1.600 kg CaO.

Alhasil, cara tersebut berhasil mendatangkan hujan intensitas sedang hingga lebat di daerah ibukota.

Namun, polusi tidak serta merta hilang hanya karena perubahan cuaca, apalagi hujan buatan.

Baca Juga: Memakan Dana Rp 12,8 M, Jembatan Gantung di Aceh ini Dibangun untuk Penghubung Antar Desa

Salah seorang pakar teknologi lingkungan mengemukakan pendapatnya mengenai perubahan polusi akibat hujan.

Polusi memang akan turun sebagian saat hujan dan naik saat selesai, ibaratnya seperti tambalan yang tak membereskan akar masalah. 

Solusi utama untuk mengendalikan cuaca pengurang polusi adalah dengan melakukan cloud seeding atau penyemaian awan.

Dikutip dari berbagai sumber, salah satu negara yang berhasil menerapkan manipulasi cuaca adalah China.

Baca Juga: Total Dananya Rp 256 Triliun, Pelabuhan Terminal Baru di Jambi Ini Masuk Kategori Proyek Strategis Nasional

Kehebatan China membuat langit tiba-tiba cerah di saat pertemuan politik penting dilakukan berkat penyemaian awan.

Penerapan tersebut juga telah dilakukan di belahan dunia lain yang kerap kali dilanda kekeringan untuk mendatangkan hujan, seperti sub-Sahara Afrika dan Australia.

China sendiri memberlakukan penyemaian awan sebagai pilihan opsional untuk mengurangi polusi udara di ibukotanya, Beijing.

Baca Juga: Alih Fungsi Jadi Bandara Sipil, Bandar Udara di Lampung ini Langsung Diminta Ganti Nama? Ternyata karena…

Hujan buatan dilakukan untuk menghindari kerusakan ladang pertanian, namun hanya bekerja selama dua bulan setahun.

Cara lain yang mereka lakukan untuk menghilangkan polusi juga diambil peran oleh penutupan pabrik.

Sayangnya hal tersebut masih belum bisa dilakukan karena jumlah awan di Jakarta yang terbilang minim.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]