Jadi Ikon Kota Pontianak, Tugu Khatulistiwa Juga Simpan 5 Fakta Menarik, Titik Lokasi Mengandung Konspirasi?

inNalar.com – Tugu Khatulistiwa atau yang juga dikenal sebagai Monumen Equator terletak di Pontianak, Kalimantan Barat.

Alamat lengkap dari Tugu Khatulistiwa adalah di Jl. Khatulistiwa, Pontianak Utara, Kalimantan Barat.

Jarak Tugu Khatulistiwa dari pusat Kota Pontianak hanya sekitar 3 km.

Baca Juga: Sudah Renovasi Berkali-kali, Bandara Senilai Rp 2,05 Triliun di Kalimantan Timur Ini Masih Tetap Kebanjiran

Tugu Khatulistiwa ini ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang.

Tugu ini dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia.

Tujuan dibalik dibangunnya tugu ini adalah sebagai penanda titik nol derajat garis khatulistiwa yang melewati Kota Pontianak.

Baca Juga: BMKG Klaim Bisa Kendalikan Cuaca untuk Datangkan Hujan ke Jakarta, Netizen: Harusnya Belajar dari China

Selain itu, Tugu Khatulistiwa ternyata juga punya beberapa fakta menarik.

Berikut adalah beberapa fakta menarik dari Tugu Khatulistiwa yang ada di Pontianak.

1. Memiliki Sejarah Panjang

Menurut catatan yang ada, Tugu Khatulistiwa dibangun pada tahun 1928.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Hotel di Makassar, Lokasi Strategis Dekat dengan Destinasi Wisata dan Pusat Perbelanjaan

Awalnya, tugu ini hanya berbentuk tonggak sederhana dengan tanda panah di atasnya.

2. Pernah Melalui 2 Kali Proses Penyempurnaan

Dari bentuk sederhananya yang hanya berupa tonggak, tugu ini disempurnakan dengan mengganti tanda panah menjadi sebuah lingkaran.

Penyempurnaan tugu ini dilakukan pada tahun 1930.

Lalu, dilakukan lagi penyempurnaan kedua pada tahun 1938 oleh seorang arsitek bernama Silaban.

Bangunan tugu yang awalnya hanya ada satu diubah menjadi empat tonggak.

3. Tidak Benar-benar Berlokasi di Titik Nol Derajat

Lokasi penanda titik nol derajat ini rupanya tidak benar-benar berada di titik nol derajat.

Titik nol derajat yang sebenarnya terletak 117 meter dari lokasi Tugu Khatulistiwa berada.

Titik nol derajat yang bergeser ini diketahui setelah Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan pengukuran kembali pada tahun 2005.

4. Jadi Saksi Peristiwa Langka

Peristiwa alam yang dimaksud adalah kulminasi matahari.

Kulminasi matahari sendiri merupakan peristiwa alam langka yang hanya terjadi di beberapa daerah di dunia.

Kulminasi yang terjadi di Pontianak ini menjadi kulminasi matahari yang sempurna dibanding dengan daerah lainnya.

Saat kulminasi matahari berlangsung, bayangan dari Tugu Khatulistiwa akan menghilang karena matahari berada tepat di atas Kota Pontianak.

5. Makna dari Simbol Panah dan Lingkaran

Simbol anak panah yang ada di Tugu Khatulistiwa menggambarkan arah utara-selatan atau lintang nol derajat.

Sedangkan pada simbol lingkaran, terdapat tulisan ‘evenaar’ yang merupakan bahasa Belanda.

Makna dari tulisan tersebut adalah khatulistiwa.***

Rekomendasi