

inNalar.com – Jauh sebelum adanya peringatan Hari Palang Merah Indonesia, sejarah organisasi tersebut bermula dari adanya gagasan kemanusiaan dari sosok Henry Dunant, seorang tokoh muda berkewarganegaraan Swiss.
Dahsyatnya dampak perang yang terjadi pada kisaran tahun 1800-an telah menggerakkan jiwa kemanusiaan para pemuda yang peduli terhadap para korban yang alami cedera akibat peristiwa berdarah.
Hingga akhirnya, lahirlah organisasi Palang Merah Internasional pada tanggal 24 Juni 1859 di Kota Solferino, Italia Utara.
Adapun Indonesia juga diketahui mulai berjuang membentuk organisasi Palang Merang Indonesia sejak 21 Oktober 1873.
Cikal bakal keberadaan organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) saat zaman pemerintahan Belanda.
Penamaan Palang Merah Indonesia (PMI)
Pada zaman kolonial Belanda, Palang Merah Indonesia dinamakan dengan Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie atau Nerkai.
Baca Juga: 3 Manfaat Bagi Kamu yang Ingin Mempelajari Ilmu Parenting dalam Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
Secara kebahasaan, Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie artinya adalah Palang Merah Belanda Bagian Hindia.
Istilah tersebut merujuk pada Palang Merah Belanda yang beroperasi di kawasan Hindia Belanda, yang saat kolonialisme berlangsung ada di Indonesia.
Perjuangan Pembentukan Palang Merah Indonesia (PMI)
Namun sayangnya, saat kolonialis Jepang menduduki Indonesia, organisasi kemanusiaan ini dibubarkan.
Baca Juga: Tersisa 80 Ekor! Ternyata Lumba-Lumba Air Tawar Asli Kalimantan Timur Mendekati Kepunahan, Kok Bisa?
Namun, pada tahun 1932, Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan tidak tinggal diam dan mencari dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan kembali Palang Merah di bawah kuasa Indonesia.
Kala itu, Kolonialis Jepang berkali-kali menolak pengajuan pendirian organisasi Palang Merah Indonesia tersebut.
Hingga akhirnya, kuasa untuk mendirikan organisasi tersebut baru dapat tercapai saat Indonesia telah meraih kemerdekaannya, yakni setelah 17 Agustus 1945.
Baca Juga: Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Simak 3 Dampaknya Bagi Biota dan Kehidupan Laut Lainnya
Presiden Ir. Soekarno menginstruksikan adanya pembentukan Palang Merah Nasional.
Oleh karena itu, Menteri Kesehatan RI masa bakti 1945 kala itu, yakni Dr. Buntaran, membentuk kepanitiaan khusus guna jalankan perintah tersebut.
Adapun anggota kepanitiaan terdiri dari 5 tokoh antara lain sebagai berikut: dr. R Mochtar sebagai ketua.
Dengan empat anggotanya, yaitu dr. Bahder Djohan, dr. Djuhana, dr. Marzuki, dan dr. Sitanala.
Akhirnya pada tanggal 3 September 1945, saat instruksi Presiden Ir. Soekarno untuk pembentukan Palang Merah Indonesia (PMI), dijadikan sebagai hari peringatan Palang Merah Indonesia.
Baca Juga: Kapal Tradisional Termewah Ini Ada di Labuan Bajo! Begini Fakta dan Asal Usul Kapal Pinisi!
Sebagian juga menetapkan bahwa Hari Palang Merah Indonesia disandarkan pada hari keberhasilan pembentukan organisasi Palang Merah Indonesia (PMI), yakni pada tanggal 17 September 1945.
Kekuasaan badan organisasi kesehatan tersebut diperkuat dengan adanya Keputusan Presiden Nomor 246 tahun 1963.
Dengan berbagai kontribusi organisasi tersebut di dunia kesehatan dan kemanusiaan di Indonesia, akhirnya Palang Merah Indonesia diakui secara internasional.
Pengakuan tersebut ditandai dengan dijadikannya PMI masuk dalam bagian jaringan Palang Merah Internasional. ***