

inNalar.com – Warga Indonesia mungkin sudah tahu, jika saat ini polusi udara di Jakarta dikatakan tengah tinggi-tingginya.
Tentu dengan polusi udara yang meningkat, hal ini akan memberikan dampak buruk bagi manusia.
Mengerikannya, terdapat pula penelitian yang mengungkapkan jika bahaya polusi udara di Jakarta ini mampu memangkas hidup hingga 5,5 tahun.
Tidak hanya memangkas hidup sampai 5,5 tahun saja, bahkan ada pengaruh buruk lain yang bisa timbul dari hidup di dalam polusi udara di Jakarta.
Meskipun sebenarnya sudah terdapat beberapa langkah yang dilakukan pemerintah Jakarta dalam menanggulangi masalah polusi udara tersebut.
Hal-hal yang dilakukan dalam mengatasi polusi udara di Jakarta tersebut adalah dengan memberlakukan 50% Work From Home (WFH).
Walaupun setelah melakukan hal tersebut, dampaknya diketahui tidak terlalu signifikan.
Ada pula penciptaan hujan buatan di Jakarta, yang merupakan langkah dari mengatasi permasalahan ini.
Baca Juga: Tak Jadi Siluman Lagi, Rusia Resmi Umumkan Yevgeny Prigozhin Bos Wagner Group Meninggal Dunia
Bahkan, terdapat pula tindakan berupa semprot air dari atas gedung, agar polusi udara di Jakarta berkurang.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, berdasarkan riset yang dilakukan, polusi udara di Jakarta diketahui mampu mengurangi angka harapan hidup manusia hingga 5,5 tahun.
Dilansir InNalar.com dari kanal YouTube Gerald Vincent, polusi udara juga mampu meningkatkan tingkat stres pada remaja.
Belum berhenti disitu, bahkan dikatakan juga jika polusi udara yang buruk mampu membuat kulit menjadi lebih cepat menua.
Tentu ini adalah mimpi buruk bagi orang-orang yang hidup di tengah pekatnya polusi udara, contohnya seperti di Jakarta.
Dengan mengetahui hal ini, banyak hal yang telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi permasalahan polusi udara di Jakarta.
Diterangkan juga jika pemberlakuan ganjil genap di Jakarta akan diubah, yang akan berlaku selama 24 jam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi